Corona Meluas, Petugas Pencatat Meteran PLN Tak Lagi Datang ke Rumah-rumah

PT PLN (Persero) untuk sementara tak mengirim petugas untuk mencatat meter listrik ke rumah-rumah pelanggan pascabayar. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Kontak langsung sedang dibatasi.
Di Depok misalnya, PLN UP3 Depok mengirimkan pengumuman yang meminta para pelanggan listrik pascabayar untuk mengirim foto kWh Meter dengan format 'ID pelanggan#Nama#Angka Stand Meter# melalui Whatsapp mulai tanggal 26-29 Maret 2020.
VP Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan, hal itu sementara baru diterapkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
"Sepertinya baru Jabodetabek mengingat kondisi yang kurang aman apabila petugas baca meter keliling baca ke rumah-rumah pelanggan," kata Dwi Suryo kepada kumparan, Selasa (24/3).
Bagi pelanggan pascabayar yang tidak dapat mengirimkan ID Pelanggan dan Foto angka kWh Meter selama periode tersebut, maka tagihan listrik bulan April 2020 akan dilakukan dengan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir sesuai Peraturan PLN dalam masa darurat COVID-19.
PLN juga mengimbau kepada masyarakat melakukan pembayaran secara online untuk meminimalkan kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.
Dwi menambahkan, PLN sudah mengikuti arahan pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan tanpa harus keluar dari rumah tinggal, dalam rangka mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas.
Kebijakan Work from Home (WFH) sudah diterapkan untuk 90 persen pegawai PLN. Meski demikian, pasokan listrik dijamin tetap aman dan pelayanan pelanggan terjaga. Sebab kebijakan WFH telah diikuti dengan pembagian sistem kerja antar unit di PLN, penyediaan layanan pekerjaan yang bisa diakses dari rumah tinggal pegawai, sampai dengan pengidentifikasian unit-unit kritikal yang tetap harus dijaga 24 jam.
