COVID-19 Masih Ancam Ekonomi Global, Ajang G20 Jadi Kesempatan Cari Solusi
·waktu baca 2 menit

Pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman bagi ekonomi global. Meski banyak negara, termasuk Indonesia, sudah melawannya dengan vaksinasi serentak, virus ini masih ada.
Industri perbankan dan keuangan menjadi salah satu yang paling terpukul dengan adanya pandemi ini. Roda bisnis sempat nyaris berhenti pada 2020.
Executive Director Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, pandemi COVID-19 telah merusak struktur masyarakat dan meningkatkan kerentanan yang dialami, khususnya kelompok masyarakat termiskin.
“Setelah dua setengah tahun memasuki pandemi, kita masih melihat kesulitan dalam mengendalikan virus. kemungkinan ancaman dari varian baru tetap tinggi, bahkan setelah satu setengah tahun sejak vaksin pertama diberikan,” ujar Yose dalam acara CSIS Global Dialogue 2022, Rabu (27/4).
Yose juga menjelaskan, masih banyak negara yang mayoritas penduduknya belum divaksinasi dan bahkan masih kesulitan untuk mendapatkan akses. Menurutnya kerentanan yang dihadapi oleh banyak negara ini menimbulkan ketidakpastian di sisi ekonomi.
Ekonomi mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2021. Namun, pemulihan tetap tidak merata dan banyak negara berkembang menghadapi kesulitan untuk pulih.
"Ada negara yang tingkat vaksinasi yang lebih rendah, begitu pun kebijakan makro global. Kami juga melihat bahwa pemulihan yang tidak merata terjadi di berbagai sektor di berbagai bagian ekonomi,” ungkap Yose.
Selain itu, keadaan ini menurut Yose semakin diperparah oleh adanya ketegangan geopolitik seperti perang Rusia dan Ukraina semakin menambah lapisan kompleksitas sehingga menyebabkan perekonomian global semakin rapuh.
Karena itu, menurut Yose, adanya forum G20, Indonesia memiliki kewajiban untuk menjembatani semua aspirasi dan juga membantu satu sama lain.
"Kita harus menyadari bahwa ini bukan hanya tugas Indonesia untuk mencari jalan bagi kerja sama internasional yang lebih besar. Kerja sama hanya dapat dicapai jika semua pihak menyadari ada kebaikan yang lebih besar yang perlu kita capai. G20 adalah platform terpenting yang kami miliki saat ini,” pungkas Yose.
