Kumparan Logo

Crane Jatuh di Tengah Tren Penurunan Kecelakaan Kerja

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menaker tinjau K3 di PLTU Aik Anyer (Foto: Dok. Kemnaker)
zoom-in-whitePerbesar
Menaker tinjau K3 di PLTU Aik Anyer (Foto: Dok. Kemnaker)

Crane pada proyek jalur kereta api double-double track (DDT) di Matraman, Jakarta Timur, jatuh pada Minggu (4/2). Akibat peristiwa ini, empat orang pekerja tewas. Polisi telah berada di lokasi peristiwa untuk menangani kasus ini, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Jatuhnya crane yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu, menambah deretan kasus kecelakaan kerja sektor konstruksi. Sepanjang 2018 ini, telah terjadi setidaknya 3 kasus kecelakaan kerja di sektor konstruksi.

Sebelumnya pada Senin (22/1), beton proyek Light Rail Transit (LRT) di kawasan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, roboh. Akibat peristiwa ini 5 orang pekerja terluka. Sementara pada Selasa (2/1) girder beton di proyek tol Antasari-Depok, patah akibat terbentur ekskavator.

Menyikapi masalah ini, pemerintah pun menaruh perhatian khusus atas kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sektor konstruksi. Kementerian Tenaga Kerja belum lama ini menggelar Apel Bulan K3 Nasional.

“Kita meminta kepada seluruh perusahaan, baik di pemerintah maupun swasta untuk benar-benar memastikan masalah norma ketenagakerjaan dan K3. Saya juga minta perusahaan dan serikat pekerja terus membina para pekerja agar memiliki kesadaran mengenai K3,” kata Menaker M. Hanif Dhakiri saat memimpin apel, Kamis (1/2), seperti dikutip dari pernyataan resmi.

Crane jatuh di Matraman (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Crane jatuh di Matraman (Foto: Raga Imam/kumparan)

Dikutip dari keterangan tersebut, data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan dalam tiga tahun terakhir sebenarnya jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun.

Tahun 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus, sedangkan tahun 2016 sejumlah 105.182 kasus, sehingga mengalami penurunan sebanyak 4,6%. Sedangkan sampai Bulan Agustus tahun 2017 terdapat sebanyak 80.392 kasus.

Saat ini pemerintah memang sedang gencar dalam membangun infrastruktur dan sarana penunjang produktivitas nasional. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.