CT Corp, Bukalapak Hingga Salim Group Tak Jual Saham BBHI Selama 3 Tahun
ยทwaktu baca 2 menit

CT Corp, Salim Group, Bukalapak (BUKA), Grab Indonesia, Carro, dan Growtheum Capital Partners beramai-ramai mengempit saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue.
Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, mengatakan semua mitra strategis yang akan berpartisipasi dalam aksi korporasi Allo Bank tersebut sudah terikat dalam perjanjian lock up period selama tiga tahun.
Artinya, semua mitra strategis tidak boleh menjual saham Allo Bank yang dibeli dalam rights issue ini hingga tiga tahun ke depan terhitung sejak tanggal pencatatan.
"Semua ekosistem tadi termasuk CT Corp dan Mega corp terikat lock up selama tiga tahun. Jadi selama 3 tahun tidak boleh, baii CT Corp Mega Corp atau siapa pun itu yang tercantum dalam strategic partner menjual sahamnya," ujar Chairul di Main Hall BEI, Selasa (11/1).
Menurut Chairul, langkah itu disepakati agar dalam tiga tahun ke depan tidak ada salah satu investor yang bisa menjual saham Allo Bank secara masif.
Dengan demikian harga saham Allo Bank diharapkan bakal aman dan tidak akan turun dratis karena tidak ada investor yang bakal melego besar-besaran. Ini artinya, para investor ritel yang berinvestasi pada saham Allo juga akan terlindungi.
"Ini untuk memastikan investor ritel terlindungi kepentingannya. Kalau harga saham turun investor ritel enggak terlindungi," ujarnya.
Untuk itu Chairul mengatakan para investor ritel tidak perlu ragu untuk mengoleksi saham BBHI. Sebab dengan perjanjian lock up tersebut harga saham Allo bakal aman hingga 3 tahun ke depan. Hal inipun seolah memberi kepastian bagi investor untuk berinvestasi.
"Jadi long way to go. Para investor bisa tidur nyenyak di rumah karena tidak ada yang menjual tiba-tiba saham yang dibeli dalam rights issue ini," ujarnya.
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) akan segera menggelar aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi ini, BBHI akan menerbitkan 10,04 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham, sementara harga pelaksanaan rights issue ditetapkan Rp 478 per saham. Dari aksi tersebut, perseroan berpotensi meraup dana Rp 4,8 triliun.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (11/1), saham BBHI melesat ke harga Rp 7.975 per saham atau naik 17,28 persen. Dalam tiga bulan terakhir, saham bank digital ini juga tercatat melesat 109 persen.
