Cuaca Bisa Cerah Tanpa Pawang Hujan di G20, Luhut Terpikir Bikin Lembaga Baru

25 November 2022 6:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan (tengah) berbincang dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva (kiri) di ruang tunggu lokasi penanaman pohon mangrove di Tahura Ngurah Rai. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan (tengah) berbincang dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva (kiri) di ruang tunggu lokasi penanaman pohon mangrove di Tahura Ngurah Rai. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkap rahasia di balik sukses membuat cuaca cerah saat Gala Dinner KTT G20. Acara yang berlangsung di ruang terbuka Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park itu berjalan lancar tanpa keterlibatan pawang hujan.
ADVERTISEMENT
Luhut yang juga Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara G20, menyebut metode pencegahan hujan yang dilakukan bersifat saintifik. Yaitu dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Hal itu dilakukan di bawah pimpinan pakarnya, yakni Dr. Tri Handoko Seto.
"Seperti yang kita saksikan bersama, cuaca cerah ketika Gala Dinner KTT G20 menjadi buah manis dari kerja keras tim TMC yang dipimpin Dr. Seto," kata Luhut seperti disampaikan di akun instagram pribadinya, dikutip Jumat (25/11).

Jokowi Termenung Memikirkan Hujan

Gagasan melakukan modifikasi cuaca, ujar Luhut, bermula saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau kesiapan lokasi acara Gala Dinner sebelum pelaksanaan KTT G20. Hujan yang saat itu turun begitu lebat, membuat Jokowi termenung.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Saya melihat wajah Presiden termenung. Tampaknya apa yang beliau pikirkan saat itu, sama dengan yang saya pikirkan. Kami ingin acaranya nanti berlangsung meriah dan semarak. Namun bagaimana jika hujan deras seperti ini malah turun di area GWK Cultural Park?"
-Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marves-
Presiden Jokowi meninjau KTT G20 di Bali, Selasa (8/11/2022). Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi meninjau KTT G20 di Bali, Selasa (8/11/2022). Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Dari situlah Luhut kemudian memanggil pakar modifikasi cuaca, Dr. Tri Handoko Seto dan lembaga lainnya yakni BMKG, BRIN, TNI AU, dan Kementerian PUPR. Atas kesuksesan memodifikasi cuaca cerah di acara KTT G20 itu, Luhut menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka.
ADVERTISEMENT
Dari pengalaman tersebut, mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu pun terpikir untuk membentuk lembaga khusus yang menaungi teknologi modifikasi cuaca. Karena menurutnya, teknologi itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Seperti mengatasi kebakaran hutan, mengairi bendungan sebelum kemarau, hingga mengatasi kekeringan. "Saya sampai pada satu kesimpulan bahwa sains dan teknologi sebesar ini, perlu memiliki lembaga khusus," ujarnya.
"Dan pembuktian manfaat dari TMC juga terwujud pada Gala Dinner KTT G20 di Bali, 15 November 2022 lalu, di mana acara berjalan sukses tanpa setetes pun air hujan jatuh di lokasi penyelenggaraan," imbuh Luhut.
Meski demikian dia memastikan soal cuaca cerah saat Gala Dinner itu, hasilnya bukan ditentukan oleh kekuasaan manusia. "Sebagai manusia tugas kita hanya bekerja," pungkasnya.