Curhat Penumpang soal Lambatnya Pengambilan Bagasi di Bandara Soetta

Pengelolaan bagasi (baggage handling) penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang masih dikeluhkan penumpang. Proses pengambilan barang bawaan melalui bagasi dinilai lambat. kumparan pernah membandingkan pengambilan bagasi pascapemeriksaan imigrasi dengan Bandara Internasional Beijing dan Bandara Suvarnabhumi Bangkok.
Proses pengambilan barang di Bangkok dan Beijing bisa dilakukan sesaat setelah keluar area imigrasi. Namun, berbeda dengan Bandara Soetta. Penumpang penerbangan internasional harus menunggu 30 menit hingga 1 jam di area baggage claim hingga barang bisa dipegang dan diambil.
Hal ini juga diceritakan oleh Wita dan Tofan Mahdi. Wita, karyawan media di Jakarta, mengaku proses pengambilan bagasi di Bandara Soetta sangat lambat. Ia bahkan bisa menunggu selama 1 jam setelah melewati proses pemeriksaan imigrasi.
"Di Soetta paling lama, hampir 1 jam," kata Wita kepada kumparan, Minggu (18/11).
Sebagai pekerja di media, Wita kerap berpergian ke luar negeri. Ia bercerita pengalamannya terbang ke Jerman, Jepang dan Kanada. Bagasi bisa langsung diambil sesaat setelah melewati pemeriksaan imigrasi. Bila menunggu, prosesnya tidak memakan waktu yang lama.
"Paling cepat di Jepang, jadi di Jepang setelah imigrasi, kopernya sudah ditata rapi dan tinggal ambil. Jadi enggak pernah nunggu," tambahnya.

Wita mengaku tak kaget dengan pengalaman di Bandara Soetta. Alasannya, pengalaman ini sering ia rasakan bila membawa bagasi.
"Penerbangan domestik juga lama. Kalau di Soetta, sudah biasa lama. Karena keseringan lama, jadi enggak heran," tuturnya.
Cerita sama juga diceritakan Tofan Mahdi. Sebagai seorang praktisi komunikasi di industri sawit, Ia kerap berpergian ke luar negeri dan berbagai daerah di Indonesia. Sebagai pemegang kartu GFF Platinum (Sky Priority), proses pengambilan bagasi pada penerbangan internasional bisa lebih cepat. Meski demikian, pengambilannya masih lebih lambat dibandingkan pengalamannya saat mendarat di berbagai bandara dunia.
"Tidak selalu (cepat). Kadang lama juga, kadang duluan yang reguler (penumpang biasa). Jadi masih perlu perbaikan pada aspek kecepatan dan keamanan bagasi. Kalau di luar negeri, Dubai misalnya, orangnya lama enggak nongol bagasinya masih safe dan sudah ditata rapi oleh petugas bandara," ungkap Tofan.
Dari pengalamannya, penanganan bagasi penumpang pascapemeriksaan imigrasi tercepat ada di Bandara Changi Singapura, Dubai International Airport dan Doha International Airport. Bandara Soetta masih terendah, namun masih lebih baik daripada John F. Kennedy International Airport New York.
"Changi, Hong Kong, Doha, Dubai, Amsterdam, Kuala Lumpur, Zurich, semua keren. Changi dan Doha bersaing ketat. JFK parah," sebutnya.
