Daftar Bank yang Layani Transaksi Bilateral Pakai Uang Lokal

Bank Indonesia (BI) menandatagani nota kesepahaman dengan Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) terkait pembentukan kerangka kerja sama untuk mendorong penyelesaian perdagangan bilateral dan investasi langsung dalam mata uang lokal. Nota Kesepahaman ini merupakan tonggak utama dalam kerja sama bank sentral di regional.
Kerja sama bilateral tersebut akan memfasilitasi kegiatan ekonomi dan keuangan antara ketiga negara tersebut dengan lebih efisien. Selain itu, hal ini juga akan memberikan berbagai manfaat, salah satunya bagi pelaku usaha.
Adapun transaksi ini akan mulai efektif mulai 2 Januari 2018.
"Hal tersebut akan memberikna manfaat bagi pelaku usaha melalui pengurangan biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi. Di tengah kondisi pasar keuangan global saat ini yang masih volatile, hal tersebut akan memberikan lebih banyak opsi bagi pelaku usaha dalam memilih mata uang untuk settlement perdagangan," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI Thamrin, Jakarta, Senin (11/12).
Lebih lanjut dia mengatakan, kerja sama ini juga akan membantu penggunaan mata uang lokal di kawasan ASEAN dan mendorong pengembangan lebih lanjut pasar keuangan regional dalam mendukung integrasi ekonomi dan keuangan yang lebih luas.
Selain itu, lanjut dia, dengan kerja sama ini maka diharapkan transaksi perdagangan ekspor dan impor bisa menggunakan mata uang lokal. Selama ini, 94% ekspor Indonesia masih menggunakan mata uang dolar AS, sementara impor hampir 78% menggunakan dolar AS.
"Apabila diversifikasi dari perdagangan itu bisa lebih beragam, tentu akan menimbulkan stabilitas yang lebih baik bagi sistem keuangan di Indonesia. Kami juga yakini apabila transaksi dilakukan antara dua negara dengan mata uang masing-masing negara akan membuat lebih efisien masing-maisng negara," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur BNM Muhammad bin Ibrahim menjelaskan, kerja sama ini akan mendorong pembangunan infrastruktur yang semakin kondusif. Sebab, dengan transaksi dengan mata uang lokal maka volatile mata uang bisa ditekan.
"Dapat mendorong infrastruktur di negara tersebut dan perdagangan yang stabil. Selain itu bisa reduce cost untuk berbisnis, jaga stabilitas," kata Agus.
Dalam rangka memfasilitasi operasionalisasi framework LCS tersebut, Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, dan Bank of Thailand telah menunjuk beberapa bank yang memenuhi kriteria kualifikasi utama untuk memfasilitasi transaksi bilateral.

Untuk operasionalisasi framework local currency settlement (LCS) rupiah-ringgit, Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia menunjuk bank-bank berikut:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Central Asia, Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Maybank Indonesia,Tbk
CIMB Bank Berhad
Hong Leong Bank Berhad
Malayan Banking Berhad
Public Bank Berhad
RHB Bank Berhad
Untuk operasionalisasi framework LCS rupiah-bath, Bank Indonesia dan Bank of Thailand menunjuk bank-bank berikut:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Central Asia, Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
Bangkok Bank PCL
Bangkok Bank PCL
Bank of Ayudhya PCL
Kasikornbank PCL
Krungthai Bank PCL
Siam Commercial Bank PCL
Untuk perluasan framework baht-ringgit, Bank Negara Malaysia and Bank of Thailand menunjuk bank-bank sebagai berikut:
CIMB Bank Berhad
Malayan Banking Berhad
Public Bank Berhad
RHB Bank Berhad
Bangkok Bank Berhad
Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Malaysia Berhad
United Overseas Bank Berhad
Bangkok Bank PCL
Bank of Ayudhya PCL
CIMB Thai PCL
Kasikornbank PCL
Krungthai Bank PCL
Siam Commercial Bank PCL
United Overseas Bank (Thai) PCL
