Kumparan Logo

Daftar Direksi & Komisaris Baru PGN: Arief Risdianto hingga Edward Omar Sharif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengangkat Arief Kurnia Risdianto jadi Direktur Utama, Rabu (27/8/2025). Foto: dok PGN
zoom-in-whitePerbesar
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengangkat Arief Kurnia Risdianto jadi Direktur Utama, Rabu (27/8/2025). Foto: dok PGN

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada Rabu (27/8) merombak susunan direksi dan komisaris. Ada nama-nama baru yang duduk di kursi tersebut.

Di kursi direksi, posisi Arief Setiawan Handoko digantikan oleh Arief Kurnia Risdianto yang sebelumnya merupakan Direktur Manajemen Risiko PGN. Sementara Rachmat Hutama tetap menjabat Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN.

Selain dua nama itu, jabatan lain di kursi direksi diisi orang-orang baru mulai dari Catur Dermawan sebagai direktur keuangan, Aldiansyah Idham sebagai direktur komersial, Mirza Mahendra sebagai direktur strategi dan pengembangan bisnis, Hery Murahmanta sebagai direktur infrastruktur dan teknologi, dan Eri Surya Kelana sebagai direktur manajemen risiko.

Di kursi komisaris juga banyak nama baru. Seperti di kuris komisaris diisi eks Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej, Rambe Kamarulzaman, dan Thanon Aria Dewangga. Komisaris independen dipegang Conny Lolyta Rumondor dan Widjono Hardjanto. Sedangkan di kursi komisaris utama sekaligus komisaris independen dijabat Tony Setia Boedi Hoesodo yang sebelumnya hanya komisaris independen PGN. Dia menggantikan Amien Sunaryadi.

Guru Besar UGM Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej memberikan keterangan sebagai ahli pihak Prabowo-Gibran saat sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (4/4/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Keputusan RUPSLB yang berdasarkan sekitar 77,98 persen dari hasil pemungutan suara pemegang saham yang hadir, dan menetapkan perubahan pengurus perseroan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang telah mengantarkan PGN untuk mencapai kinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Fajriyah Usman selaku Corporate Secretary PGN melalui keterangan tertulis.

Formasi kepemimpinan PGN yang baru diharapkan dapat menahkodai PGN untuk semakin solid dan lincah dalam menghadapi tantangan-tantangan volatilitas perekonomian dan sektor energi. Peran utama PGN dalam menyalurkan gas bumi untuk seluruh sektor pelanggan tentunya terus berkelanjutan.

PGN juga berkomitmen melanjutkan pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi demi keterjangkauan masyarakat dengan gas bumi. Inisiatif baru mengiringi langkah PGN dalam menjalankan core bisnis, dengan harapan dapat memberikan added value gas bumi bagi negara dan masyarakat.

Eks Dirut PGN Arief Setiawan Handoko (kiri) Dirut Utama PGN Arief Kurnia Risdianto (kanan), usai RUPSLB, Rabu (27/8) di Jakarta. Dok: PGN

“Diversifikasi bisnis gas bumi juga akan terus berkembang untuk mengoptimalkan peran gas bumi dalam rangka percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission. Dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder akan memperkuat PGN untuk mencapai target-target pemanfaatan gas bumi untuk ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah.

Berikut susunan lengkap jajaran Dewan Komisaris dan Direksi:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo

Komisaris: Edward Omar Sharif Hiariej

Komisaris: Rambe Kamarulzaman

Komisaris: Thanon Aria Dewangga

Komisaris Independen: Conny Lolyta Rumondor

Komisaris Independen: Widjono Hardjanto

Direksi

Direktur Utama: Arief Kurnia Risdianto

Direktur Keuangan: Catur Dermawan

Direktur Komersial: Aldiansyah Idham

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Mirza Mahendra

Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Hery Murahmanta

Direktur Manajemen Risiko: Eri Surya Kelana

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis: Rachmat Hutama

instagram embed