Daftar Merek Lokal yang Dikira Produk Luar Negeri, EIGER hingga Hammer

4 Mei 2023 13:57 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi EIGER. Foto: @eigeradventure
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi EIGER. Foto: @eigeradventure
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Produk asli Indonesia mulai dari makanan, pakaian, peralatan elektronik, hingga otomotif terus berkembang dengan kualitas yang semakin kompetitif. Namun, masih banyak orang mengira sederet merek ini berasal dari luar negeri, padahal merek lokal.
ADVERTISEMENT
Sebut saja merek perlengkapan bagi para pecinta alam, EIGER, kemudian sederet merek pakaian seperti The Executive dan Hammer, produsen sepeda Polygon, hingga jaringan restoran JCO Donuts. Berikut penjelasan selengkapnya.

EIGER

Perusahaan penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang ini termasuk salah satu yang banyak digunakan para pecinta alam. EIGER Adventure merupakan produk lokal yang didirikan pebisnis asal Jawa Barat, Rony Lukito, pada tahun 1993.
PR Executive EIGER, Shulhan Syamsur Rijal, menjelaskan masih banyak orang mengira EIGER bukan produk asli Indonesia karena penggunaan nama yang terinspirasi dari salah satu gunung di Pegunungan Alpen Swiss, Eiger.
"EIGER terinspirasi dari Gunung Eiger yang ada di Swiss, itu memang bukan gunung tertinggi tapi menjadi salah satu 3 gunung tersulit yang didaki di seluruh dunia. Terinspirasi dari gunung itu salah satunya kami ingin menjadi sebuah brand yang tangguh yang bisa digunakan di kondisi ekstrem," jelasnya kepada kumparan, Kamis (4/5).
ADVERTISEMENT
Rijal melanjutkan, perusahaan juga bertekad untuk memperluas pasarnya ke dunia global yaitu dengan membuka toko cabang pertama di Swiss di awal tahun ini. Dengan demikian, kualitas produk EIGER harus menyesuaikan standar internasional.
"Swiss itu minta kami buka toko di Swiss berarti barang kami harus tembus di pasar Swiss artinya di pasar internasional, Eropa. Standarisasinya kami ikuti, ternyata standarnya punya 2-3 level di atas Indonesia," ungkap dia.

Hammer

Presiden Joko Widodo (kiri) dan para menteri kenakan produk Hammer saat berkunjung ke mal di Pekanbaru. Foto: Dok. kemenpupr
Brand ini berdiri sejak 1987 alias sudah sejak 35 tahun lalu. Berdasarkan informasi di situs resminya, Hammer merupakan produk di bawah naungan PT Warna Mardhika milik Eddy Hartono. Kini, perusahaan ini dipimpin oleh putranya, Mario Hartono.
Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi dan jajaran menterinya kompak mengenakan pakaian merek lokal tersebut di salah satu mal di Pekanbaru di sela kunjungan kerja mereka.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan instagram Menteri BUMN Erick Thohir, tampak Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hingga Mensesneg Pratikno, mengenakan kaus yang sama, merek Hammer warna merah marun.
"Hayo ngaku, siapa yang baru tahu kalau Hammer itu brand lokal Indonesia," tulis Erick Thohir.

The Executive

The Executive. Foto: pujislab/Shutterstock
Merek pakaian lain yang juga banyak dikira berasal dari luar negeri adalah The Executive. Seperti EIGER, perusahaan yang gerainya banyak dijumpai di mal-mal ini berasal dari Bandung, Jawa Barat.
The Executive didirikan Johanes Farial di bawah perusahaan PT Delami Garment Industries tahun 1984. Saat ini merek ini sudah tersedia di 60 toko dan lebih dari 100 counter di department store terkemuka.

Polytron

Salah satu perusahaan yang membuat produk elektronik di Indonesia adalah Polytron. Brand asal Kudus dan Semarang yang berdiri sejak 1970 ini kerap dikira merupakan merek luar lantaran elektronik didominasi oleh merek Jepang & China.
ADVERTISEMENT

Polygon

Produsen sepeda yang sudah berdiri sejak tahun 1989 ini ternyata berasal dari Indonesia, tepatnya berbasis di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. PT Insera Sena atau lebih dikenal dengan merek Polygon Bikes juga sudah merambah ke pasar internasional.
Dalam laman resminya, Polygon berawal dari perusahaan kecil yang berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor. Mulai tahun 2000, Polygon mulai melakukan ekspansi perluasan pabrik dan investasi ke alat berteknologi tinggi standar internasional.
Polygon Siskiu. Foto: Sumber: polygonbikes.com
Polygon memiliki pabrik, perakitan, dan jaringan pendistribusian mandiri yang telah memenuhi standar internasional. Hingga kini Polygon Bikes telah terdistribusi di 500 outlet yang tersebar di berbagai belahan dunia, dan terdistribusi sampai dengan 33 negara.

JCO Donuts

JCO merupakan perusahaan milik Johnny Andrean yang pertama kali dibuka pada 2005. JCO bahkan saat ini tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara, Hongkong, hingga Saudi Arabia.
ADVERTISEMENT
Dalam laman resminya, JCO Donuts sudah memiliki 300 toko yang tersebar di seluruh dunia, tidak hanya menyediakan menu donat tapi juga sekaligus produk kopi.