Dalam Sepekan, IHSG Anjlok 10,75 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus-terusan mengalami tekanan selama pekan kedua di bulan Maret. Tekanan itu disebabkan oleh tingginya ketidakpastian ekonomi dunia karena virus corona.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengatakan, IHSG mengalami penurunan sebesar 10,75 persen pada posisi 4.907,571 dari 5.498,540 pada pekan lalu. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar selama sepekan mengalami perubahan sebesar 10,68 persen menjadi Rp 5.678,279 triliun dari Rp 6.356,910 triliun.
Selain itu, Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 2,05 persen sebesar 472.770 ribu kali transaksi dari 482.673 ribu kali transaksi pada penutupan perdagangan minggu lalu.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi saham mengalami kenaikan sebesar 7,34 persen, menjadi 6.330 miliar unit saham dari 5.897 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.
"Rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 11,70 persen, menjadi Rp 7.821 triliun dari Rp 7.002 triliun pada pekan sebelumnya," terang Yulianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3).
Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 575,84 miliar. Sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp 7,783 triliun.
Pada Rabu (11/3), BEI melakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Tunas Baru Lampung Tahap II Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000.000.000,00.
Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) untuk Obligasi adalah A(idn) (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
"Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 12 Emisi dari 10 Emiten senilai Rp 14,17 Triliun," tuturnya.
Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 430 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 447,00 Triliun dan USD 47,5 juta, diterbitkan oleh 118 perusahaan.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di Bursa Efek Indonesia berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp 2.829,34 Triliun dan USD 400 juta. Serta Efek Beragun Aset sebanyak 11 emisi atau senilai Rp 10,17 Triliun.
