Kumparan Logo

Dampak ke PLTGU Muara Karang Jika Reklamasi Pulau G Dilanjutkan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PLTGU Muara Karang. Foto: dok. PLN
zoom-in-whitePerbesar
PLTGU Muara Karang. Foto: dok. PLN

Pemprov DKI Jakarta berencana mengelola fasilitas sosial dan fasilitas umum di Pulau C, D, dan G di lahan reklamasi. Dimanfaatkannya lahan reklamasi khususnya pulau G ternyata bakal berpengaruh terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang di Jakarta Utara.

General Manager Pembangkitan Jawa Bali (PJB) UP Muara Karang, Rachmat Azwin, mengatakan bahwa selama ini PLTGU menggunakan air laut untuk mendinginkan mesin pembangkit. Kehadiran dan pemanfaatan Pulau G mengurangi area laut yang digunakan.

“Adanya Pulau G di depan pembangkit ini kan menyebabkan area pendinginan air yang kita pakai tadi berkurang areanya. Ya terus terang ada dampaknya,” kata Azwin di PLTGU Muara Karang, Jakarta, Rabu, (31/7).

Azwin menjelaskan, seharusnya air laut yang digunakan untuk mendinginkan itu secara natural temperaturnya langsung turun saat dikembalikan ke laut. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan secara cepat karena adanya Pulau G.

Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Kenaikan suhu air laut dari kondisi awal 29 derajat Celcius menjadi 31,1 derajat Celcius akibat adanya Pulau G, membuat penggunaan bahan bakar pembangkit listrik jadi lebih boros.

“Air laut yang kita hisap untuk mendinginkan begitu kita buang kan harusnya dia secara natural didinginkan di muka laut, karena muka laut berkurang karena ditutup pulau reklamasi sehingga temperaturnya jadi belum mencapai ke temperatur rendah sudah kembali ke tingkat lagi,” ujar Azwin.

Agar PLTGU Muara Karang tak terganggu, perlu dilakukan rekayasa. Yakni dengan membuatkan saluran air yang menembus Pulau G.

“Makanya dilakukan rekayasa dengan mengalihkan air itu berputar agak jauh mengitari pulaunya baru masuk lagi,” tambahnya.

embed from external kumparan

Meski begitu, Azwin mengakui saat ini pihaknya sudah mulai terbiasa menjalankan proses tersebut. Ia mengungkapkan, sempat terjadi permasalahan saat proses pengurukan pulau.

“Sebenarnya yang jadi masalah pada waktu proses pembuatan pulaunya itu, karena membuat air laut jadi keruh. Nah air laut keruh itu kita hisap, nah itu akan mengotori sistem pendinginan,” terang Azwin.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memanfaatkan pulau-pulau reklamasi yang sudah terlanjur dibangun. Hal itu dibuktikan dengan diterbitkannya IMB di pulau D atau saat ini dikenal dengan Pantai Maju. Selain itu fasilitas untuk masyarakat seperti jogging dan sepeda juga sudah dibangun.