Dampak Virus Corona, Ekspor - Impor RI dengan China Mulai Melambat

Sentimen merebaknya virus corona mulai mempengaruhi laju perdagangan antara Indonesia dan China. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, aktivitas ekspor-impor Indonesia kini melambat karena terganjal sulitnya akses dari dan menuju ke China.
“Belum lagi kita ekspor-impor sekarang udah mulai menurun. Kalau ini berkelanjutan juga akan mengkhawatirkan,” ungkap Hariyadi di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/2).
Apalagi pemerintah juga telah memutuskan menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China menyusul wabah virus corona yang dianggap semakin ganas.
Larangan penerbangan dari dan ke China merupakan antisipasi dari penyebaran virus corona. Penghentian sementara resmi dimulai pada Rabu (5/2). Menurut Hariyadi kondisi ini juga akan semakin menyulitkan eksportir Indonesia untuk mengirim barang ke China.
“Terus barang kita yang mau ekspor ke sana juga bermasalah karena bagaimana pesawat juga enggak ada. Kan sebagian juga pakai cargo,” ujarnya.
Menurut Hariyadi, barang-barang yang diekspor dari Indonesia kebanyakan berupa barang komoditas seperti CPO dan nikel. Sedangkan barang yang diimpor dari China adalah barang kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Selain terbatasnya akses, Hariyadi juga menyadari bahwa kebanyakan pabrik di China juga harus berhenti operasi. Hal ini pun membuat pengusaha di Indonesia cukup kelimpungan. Pasalnya barang impor China merupakan bahan baku atau bahan penunjang untuk produksi barang tertentu.
Harganya yang murah membuat pengusaha Indonesia kesulitan mencari alternatif lain. Pun mendapatkan pemasok pengganti, harganya akan cenderung lebih mahal ketimbang impor dari China.
“Memang terus terang harga China kompetitif. Enggak gampang juga cari penggantinya. Tetap barang spare part yang lebih murah kita kelimpungan juga. Repot juga pasti,” tutupnya.
