Kumparan Logo

Dana Bansos PKH 2019 Naik Dua Kali Lipat, Ibu Hamil Dapat Rp 1 Juta

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret Kemiskinan di Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Potret Kemiskinan di Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Pemerintah akan meningkatkan anggaran program bantuan sosial (bansos) pada tahun depan. Bahkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), anggarannya akan meningkat dua kali lipat.

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan kenaikan anggaran bantuan sosial melalui PKH tersebut bertujuan untuk mempercepat pengurangan angka kemiskinan.

"Tahun ini kan dianggarkan sekitar Rp 19 triliun, nanti 2019 sebesar Rp 38 triliun sampai Rp 39 triliun sehingga ada peningkatan (hampir) dua kali lipat," ungkap Agus di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Selasa (11/12).

Dari penambahan anggaran tersebut, akan terjadi perubahan skema bantuan. Menurutnya, keluarga penerima manfaat (KPM) tidak hanya menerima bantuan tetap sebesar Rp 550 ribu, tapi juga bakal ditambah komponen-komponen lain atau disebut bantuan PKH non-flat.

"Komponen pertama, kalau ada ibu hamil itu tambahannya Rp 1 juta atau yang mempunyai balita, dan yang punya anak SD, SMP, SMA. Jadi masing-masing komponen ada indeksnya di luar dari bantuan yang tetap," ujarnya.

Selain itu, jika dalam keluarga terdapat lansia, maka nominal bantuan akan ditambahkan kembali. Termasuk juga keluarga yang mempunyai anggota penyandang disabilitas, maka nominal bantuannya bakal bertambah lagi.

Tambahan-tambahan inilah yang membedakan dengan skema PKH pada 2017 dan 2018 dengan 2019. Untuk tahun ini dan tahun lalu, besaran bantuan flat alias tidak ada penambahan. Bantuan yang diterima hanya sebesar Rp 1,8 juta pertahun.

Sedangkan pada tahun depan, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga bisa berbeda bergantung pada penambahan. Dengan maksimal besaran bantuannya sebesar Rp 3,6 juta hingga Rp 4 juta per tahun. Penyalurannya pun bakal dilakukan dalam 4 tahap.

“Penyaluran akan dimajukan jadi Januari, April, Juli dan Oktober,” tandasnya.