Dana Kartu Prakerja Bisa untuk Pilih 1.500 Jenis Pelatihan

Pemerintah mulai memproses transfer dana untuk program Kartu Prakerja kepada setidaknya 168.111 peserta yang sementara ini sudah dinyatakan lolos di gelombang pertama. Peserta yang lolos akan mendapatkan dana Rp 3.550.000.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, dana yang ditransfer tersebut segera bisa dimanfaatkan peserta untuk mengikuti pelatihan di platform yang disiapkan.
“Penting diketahui bahwa tadi sudah disampaikan silakan memilih 8 digital platform pelatihan yang sesuai. Jadi yang penting adalah uang tersebut tidak bisa dicashkan Rp 3.550.000 itu dicatatkan tapi semua itu ada sudah di account dari peserta,” kata Denni saat konferensi pers virtual, Rabu (22/4).
Denni mengingatkan dari dana tersebut sebesar Rp 1 juta akan digunakan sebagai biaya pelatihan. Ia mengatakan peserta bebas memilih platform mana yang dibeli sebagai bahan pelatihan. Setidaknya ada 1.500 pelatihan dari 8 platform tersebut.
“Kami melayani jumlah peserta sangat besar dengan preferensi beda-beda, karena itu kami berusaha menyediakan menu beragam dari pelatihan mohon peserta menimbang-nimbang dari 1.500 itu mana yang dipilih dan beli di digital platform yang mana karena beberapa pelatihan tersedia di multiple platform,” ujar Denni.
Denni merasa setiap pelatihan yang disediakan mempunyai nilai atau kelebihan masing-masing sesuai dengan kebutuhan peserta. Ia menegaskan pemerintah tidak akan mengarahkan pelatihan mana yang harus diambil para peserta.
“Kami percaya masyarakat dapat menentukan pilihannya sendiri. Pemerintah tidak punya subjektif judgement terhadap apa yang dipilih masyarakat karena kita layani jutaan masyarakat Indonesia dengan berbagai latar belakang profesi dan budaya, kebiasaan, keinginan. Jadi diserahkan sepenuhnya ke masyarakat,” terang Denni.
Lebih lanjut, Denni memastikan pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan dalam program Kartu Prakerja ini khususnya dalam pembukaan di gelombang berikutnya. Apalagi, kata Denni, antusiasme masyarakat Indonesia dengan program tersebut cukup besar.
“Kami laporkan total user register dari batch 1 berjumlah 7.658.122 orang. Angka yang begitu tinggi ini membuktikan pemerintah dapat menciptakan mekanisme pendaftaran yang inklusif, aksesable, mudah bagi masyarakat,” tutur Denni.
