Kumparan Logo

Danantara Bakal Gelar New Asia Forum, Incar Aliran Modal USD 30 M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenlu Pahala Mansury di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2/2024). Foto: Nadia Riso/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamenlu Pahala Mansury di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2/2024). Foto: Nadia Riso/kumparan

Danantara bakal menggelar New Asia Forum (NAF) pada awal Desember mendatang. Lewat forum investasi internasional tersebut, total komitmen permodalan yang diincar masuk ke kawasan Asia mencapai USD 30 miliar.

Managing Director Global Relations and Communications Danantara, Pahala Mansury menjelaskan, forum ini digelar untuk merespons ketimpangan arus modal.

Asia menyumbang 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi hanya menerima porsi modal global di bawah 30 persen.

"Ada ketidakseimbangan antara kontribusi pertumbuhan dan arus modal yang masuk. Padahal, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kawasan Asia juga harus mendapatkan dukungan arus permodalan yang sepadan," kata Pahala dalam acara Media Coffee Morning di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis, (22/10).

Pahala menyampaikan, target komitmen modal USD 30 miliar tersebut pada dasarnya ditujukan untuk kawasan Asia secara keseluruhan. Namun, ia optimistis setidaknya separuh dari target tersebut atau bahkan seluruhnya berpotensi masuk ke Indonesia.

"Kami optimistis angka USD 30 miliar untuk masuk ke Indonesia bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Namun jika melihat dinamika pertumbuhan, setidaknya harapan kita minimal separuh dari USD 30 miliar bisa terealisasi ke Indonesia," ujarnya.

NAF dirancang sebagai platform konkret untuk mendorong transaksi investasi langsung di delapan sektor strategis. Delapan sektor fokus tersebut meliputi mineral strategis dan hilirisasi, energi, manufaktur, infrastruktur digital dan AI, agribisnis dan pangan, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kesehatan dan pembangunan manusia.

Selain menghadirkan investor global, forum ini juga dijadwalkan menghadirkan Perdana Menteri Bhutan yang akan mengisi sesi khusus terkait strategi dan kebijakan pengembangan energi terbarukan.

"Bhutan sangat fokus pada pengembangan energi terbarukan. Kita akan mendengarkan paparan dari Perdana Menteri Bhutan mengenai kebijakan pendorong energi terbarukan di negaranya," terang Pahala.

Forum New Asia Forum dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 4 Desember di Bali, dengan menghadirkan lebih dari 200 pembicara internasional dalam 40 sesi diskusi.