Kumparan Logo

Danantara Bakal Luncurkan Proyek Waste to Energy Akhir Oktober 2025

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan meluncurkan proyek waste to energy pada akhir Oktober 2025 mendatang. Dari total 33 kota, ada 4 kota yang diprioritaskan.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan program pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy ini sudah dicanangkan sejak 7 tahun lalu, namun pelaksanaannya belum optimal hingga kini.

"Tentunya kalau kita melihat ini darurat, kita bilangnya darurat sampah ini sudah semakin luar biasa, tidak hanya di Jakarta, tapi banyak di kota-kota besar lainnya," tegas Rosan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengolah Sampah Menjadi Energi, Selasa (30/9).

Rosan menjelaskan, Indonesia menghasilkan 35 juta ton sampah setiap tahun, jika dihamparkan setara 16.500 lapangan bola atau menutupi seluruh wilayah Jakarta hingga setebal 20 cm2.

Sementara itu, dari total 35 juta ton sampah setiap tahunnya, hanya 61 persen yang berhasil dikelola. Dengan demikian, Rosan menilai program waste to energy bisa menjadi solusi menumpuknya sampah sekaligus untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

"Tempat pembuangan sampah ini sekarang menyumbang kurang lebih 2-3 persen emisi gas rumah kaca nasional yang berikutnya metana dan jauh lebih banyak dibandingkan dengan CO2, serta bisa menimbulkan polusi udara, air, dan tanah yang mengancam kesehatan masyarakat," jelas Rosan.

Seremoni pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengolah Sampah Menjadi Energi atau Waste to Energy, Selasa (30/9/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Rosan menargetkan program waste to energy bisa mengurangi 80 persen gas rumah kaca nasional, menghasilkan listrik hingga 15 megawatt (MW) setiap unit Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga menghemat 90 persen penggunaan lahan.

Dia menyebutkan, terdapat 33 proyek PSEL yang akan diluncurkan. Namun pada akhir Oktober 2025, peluncuran perdana akan dilakukan terhadap 8 proyek.

"Dan Insyaallah, rencananya kita ingin launching program ini pada akhir bulan Oktober ini," ungkap Rosan.

Adapun tarif listrik yang dihasilkan dari PSEL tersebut sebesar 20 sen per KWh. Namun ke depannya, akan ada subsidi dari pemerintah melalui PT PLN (Persero) terhadap tipping fee pengelolaan sampah yang sebelumnya dibebankan kepada pemerintah daerah (Pemda).

"Dengan struktur yang baru itu tidak ada lagi beban tipping fee kepada pemerintah daerah. Tetapi itu semua akan di-absorb langsung oleh PLN dan kemudian PLN akan menerapkan subsidi dari pemerintah pusat," jelas Rosan.

video from internal kumparan

Setiap PSEL, lanjut Rosan, akan mengelola sampah minimal 1.000 ton per hari untuk menghasilkan 15 MW listrik untuk 20.000 rumah tangga. Setiap unit proyek tersebut membutuhkan 4-5 hektare lahan.

Rosan juga menjelaskan, terdapat 4 kota yang akan diprioritaskan untuk pembangunan proyek waste to energy. Meski begitu, sudah ada banyak Pemda yang berminat dan siap untuk melaksanakan program ini.

"Memang kita akan melaksanakan ini di 33 kota, tetapi memang yang utama yang ingin kita lakukan pertama adalah di Jakarta sendiri akan ada 4-5 lokasi, kemudian di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali," ungkapnya.

Ke depannya, Danantara akan menyediakan investasi dengan bermitra dengan pemodal lainnya, salah satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Proyek ini juga akan melaksanakan tender atau lelang secara terbuka.

"Kita akan membuat ini secara transparan, secara terbuka untuk proses tendernya yang akan dilaksanakan oleh kami di daerah-daerah sesuai dengan Perpres yang diberikan oleh Bapak Presiden," kata Rosan.