Kumparan Logo

Danantara Bentuk Holding Maskapai Kuartal I 2026, Garuda Indonesia Jadi Induk

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Lembaga pengelola investasi Danantara bakal membentuk holding maskapai penerbangan pada kuartal I 2026. Dalam skema tersebut, Garuda Indonesia ditetapkan sebagai induk holding.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, pembentukan holding ini merupakan bagian dari konsolidasi ekosistem industri penerbangan nasional, sekaligus untuk memastikan proses transformasi Garuda Indonesia berjalan optimal.

“Garuda Indonesia akan menjadi induk holding. Di bawahnya nanti ada Citilink dan Pelita Air,” kata Dony di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).

Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Ryan Fletcher/Shutterstock

Menurut dia, proses konsolidasi holding maskapai ditargetkan rampung pada kuartal I 2026. Meski begitu, Danantara tetap akan melakukan pemantauan terhadap transformasi bisnis Garuda Indonesia agar kinerja perusahaan semakin membaik ke depan.

Dony menegaskan, pembentukan holding maskapai tidak akan diikuti dengan pengurangan tenaga kerja. Ia memastikan seluruh karyawan akan tetap diserap dalam struktur konsolidasi tersebut.

“Tidak akan ada pengurangan tenaga kerja. Proses konsolidasi ini justru menghindari pengurangan orang, karena semuanya akan dibawa dan dikonsolidasikan,” ujarnya.

Setiap bisnis maskapai, katanya, bakal disatukan dalam satu ekosistem penerbangan nasional. Namun, proses konsolidasi akan dilakukan secara bertahap, mengingat kompleksitas dan jumlah unit usaha yang terlibat.

“Kita pisahkan antara problem dan konsep. Setiap bisnis harus menyatu dalam satu ekosistem airlines, tapi tentu prosesnya pelan-pelan karena memang banyak,” kata Dony.

instagram embed