Danantara Ditargetkan Sumbang Investasi Rp 3.170 Triliun ke RI dalam Lima Tahun
·waktu baca 2 menit

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia ditargetkan menyumbang 9 persen ke dalam investasi Indonesia dalam lima tahun, mulai dari 2025 hingga 2029. Angkanya mencapai Rp 3.710 triliun dari total investasi Rp 41.540 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Indonesia memang membutuhkan percepatan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Tujuannya agar tidak terus menerus mengandalkan APBN, dan Danantara juga swasta berperan mendorong masuknya investasi ke dalam negeri.
“Ke depan diharapkan kontribusi investasi dari Danantara terus meningkat hingga tahun 2029, sejalan dengan meningkatnya kontribusi swasta,” tutur Purbaya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9).
Dalam paparan Purbaya dijelaskan Indonesia menargetkan investasi pada 2025 capai Rp 6.950 triliun terdiri dari swasta Rp 6.080 triliun, Danantara atau BUMN Rp 380 triliun dan pemerintah Rp 490 triliun.
Kemudian pada 2026, target investasi meningkat menjadi Rp 7.450 triliun terdiri dari swasta Rp 6.200 triliun, Danantara atau BUMN Rp 720 triliun dan pemerintah Rp 530 triliun.
Selanjutnya pada 2027 target investasi di Indonesia capai Rp 8.190 triliun terdiri dari swasta Rp 6.800 triliun, Danantara atau BUMN Rp 770 triliun dan pemerintah Rp 600 triliun.
Untuk 2028, pemerintah menargetkan investasi capai Rp 9.000 triliun dengan rincian swasta Rp 7.500 triliun, Danantara atau BUMN Rp 860 triliun dan pemerintah Rp 640 triliun.
Terakhir pada 2029, target investasi capai Rp 10.000 triliun dengan kontribusi swasta ditargetkan tetap paling besar yaitu Rp 8.300 triliun, Danantara Rp 980 triliun dan pemerintah Rp 710 triliun.
Jika dirinci lebih lanjut selama lima tahun, swasta ditargetkan menyumbang investasi Rp 34.870 triliun atau 84 persen dari keseluruhan investasi, Danantara 9 persen atau Rp 3.710 triliun dan pemerintah Rp 2.960 triliun atau 7 persen.
Menurut dia, investasi dari Danantara akan diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif yang mempunyai nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.
Sementara, pemerintah melalui APBN akan hadir sebagai katalis untuk mengarahkan peran swasta. Dukungan APBN dalam pembangunan infrastruktur juga akan dilanjutkan dan diarahkan untuk proyek-proyek prioritas yang mempunyai daya ungkit terhadap pertumbuhan.
Proyek-proyek itu di antaranya adalah perumahan seperti program 3 juta rumah, infrastruktur pendukung baik untuk ketahanan pangan maupun ketahanan energi, serta sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.
“Sehingga ke depan diharapkan Danantara dan swasta berkontribusi besar sebagai motor bagi pertumbuhan ekonomi,” tutup Purbaya.
