Danantara Resmi Akuisisi Novotel Thakher Makkah, Bakal Bangun 11 Tower Tambahan

Danantara Indonesia, melalui PT Danantara Investment Management (DIM), merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare dengan Novotel Thakher Makkah. Rencananya, Danantara akan membangun 11 tower tambahan di kawasan yang biasanya disebut sebagai Kampung Haji tersebut.
Chief of Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan dengan akuisisi tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapatkan 100 persen kepemilikan lahan di wilayah Makkah, Arab Saudi.
"Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Presiden Prabowo, yang telah melobi pemerintah Arab Saudi sehingga kami menjadi satu-satunya negara yang mampu mencapai kesepakatan tersebut," katanya saat Danantara TIIF26, Senin (26/10).
Danantara menjadi pengelola lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher, setelah mengakuisisi dan melakukan serah terima Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026. Investasi tersebut, kata Pandu, bernilai sebesar USD 500 miliar.
"Investasi ini bernilai USD 500 miliar, dengan target pembangunan 11 tower tambahan di Makkah dalam dua tahun ke depan. Proyek ini akan menjadi salah satu investasi real estat industri terbesar, sekaligus menjadi sarana untuk menampilkan keunggulan Indonesia kepada dunia," tutur Pandu.
Pandu menilai bahwa investasi tersebut menjadi proyek kerja sama South-South, alias kerja sama antarnegara berkembang pertama, yang sangat menarik karena sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah global.
Akuisisi yang telah diselesaikan tersebut mencakup sebuah hotel yang telah beroperasi dengan 1.461 kamar dan suite, yang diakuisisi dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026, serta lahan seluas 4,4 hektare yang akuisisinya diselesaikan pada 18 Oktober 2026.
Rangkaian transaksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis yang diumumkan oleh Danantara Indonesia dan Thakher Development Company pada 14 Desember 2025.
Investasi ini merupakan bagian dari ekosistem haji dan umrah (Kompleks Bait Jemaah) yang ditujukan untuk menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah, sekaligus mendukung strategi jangka panjang Danantara Indonesia untuk meningkatkan pengalaman ibadah jemaah.
Investasi Raksasa Lain
Tidak hanya Kampung Haji, Pandu menyebutkan proyek jumbo yang dikelola DIM lainnya seperti pengolahan sampah menjadi listrik atau Waste to Energy dengan total investasi USD 5 miliar.
Proyek kedua yakni kemitraan dengan JBS Group, perusahaan asal Australia, terkait pengembangan industri pangan dan protein dengan total investasi USD 2,5 miliar di ASEAN, Australia, hingga Selandia Baru.
Kemudian kerja sama dengan HighPeak Energy terkait pengolahan aset hulu migas di Amerika Serikat (AS) senilai USD 250 juta. HighPeak Energy merupakan operator yang menguasai lebih dari 140.000 lahan operasional di Permian Basin, Texas, kawasan produksi minyak mentah non-konvensional (shale oil) terbesar di AS.
"Investasi ini menawarkan imbal hasil hingga 20 persen. Tujuannya adalah untuk mempelajari teknologi shale gas, mengingat mereka merupakan pemimpin dalam teknologi tersebut," tutur Pandu.
Di sektor penyewaan (leasing) pesawat, Danantara juga sudah bekerja sama dengan perusahaan terbesar kedua di dunia, SMBC Aviation Capital terkait bisnis penyewaan pesawat (finance leasing) dengan nilai portofolio sebesar USD 800 juta.
Pandu menjelaskan bahwa tujuan kerja sama tersebut agar Danantara mendapatkan potensi pembiayaan pesawat yang menguntungkan. Menurutnya, pembiayaan pesawat merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, namun belum banyak diketahui.
"Pengetahuan di bidang ini sangat terkonsentrasi pada segelintir pihak. Dulu terdapat sekitar 30 perusahaan penyewaan, namun kini industri tersebut terkonsentrasi di tangan 8-9 perusahaan terbesar di dunia. Kami beruntung dapat bermitra dengan perusahaan terbesar kedua di dunia tersebut," ungkapnya.
