Danantara Siapkan Aksi Korporasi untuk Sehatkan Garuda Indonesia
·waktu baca 2 menit

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan fokus merestrukturisasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan menyiapkan serangkaian aksi korporasi (corporate action).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan restrukturisasi maskapai BUMN ini merupakan salah satu dari 22 program kerja prioritas Danantara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.
"Kita sedang melakukan restrukturisasi komprehensif terhadap Garuda Indonesia. Ini juga menjadi prioritas kita, tahapannya kan sedang terjadi termasuk juga nanti di antaranya beberapa corporate action yang baik itu secara langsung cash maupun non-cash," jelasnya saat ditemui di kompleks parlemen, Rabu (23/7).
Dari beberapa skema aksi korporasi itu, kata Dony, salah salah satunya adalah ekspansi dari sisi penambahan armada pesawat.
"Nah ini juga termasuk juga ekspansi. Ekspansi daripada penambahan pesawat-pesawat kita, karena kita ingin memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat kita dengan jumlah suplai pesawat yang terbatas saat ini," jelas Dony.
Apalagi, kata Dony, sudah banyak penumpang yang merasakan penurunan pelayanan maskapai. Diharapkan penambahan armada ini bisa mengatasi keluhan-keluhan tersebut.
"Sehingga nanti kita harapkan dengan penambahan armada yang akan segera masuk di dalam rencana kerja kita ini, layanan juga meningkat, dan Garuda akan menjadi perusahaan yang sehat itu yang kita harapkan," pungkas Dony.
Sebelumnya, Danantara Asset Management (DAM), memberikan pinjaman (shareholder loan) kepada PT Garuda Indonesia Tbk sebesar USD 450 juta atau setara Rp 6,65 triliun, sebagian besar diserahkan untuk anak usaha perseroan, PT Citilink Indonesia.
Berdasarkan laporan perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mengajukan permohonan restrukturisasi dalam rangka penyehatan kepada Menteri BUMN, yang disetujui pada 23 Juni 2025.
Hal ini sehubungan dengan urgensi kelangsungan usaha perseroan, khususnya terkait operasional dan anak usaha perseroan, Citilink. Sebagai bagian pendanaan awal dalam restrukturisasi, Garuda Indonesia dan Citilink menandatangani Perjanjian Pemegang Saham dengan DAM.
Dari total pinjaman sebesar maksimal Rp 6.650.505.000.000, sebagian besar diberikan untuk Citilink Indonesia sebesar Rp 4.827.774.000.000, sehingga Garuda Indonesia mengantongi sisanya sebesar Rp 1.822.731.000.000.
