Kumparan Logo

Danantara Siapkan Rp 456 M untuk Rampungkan Proyek Mangkrak LRT City

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai pembukaan gelaran Danantara Housing Expo di NICE PIK, Tangerang, Banten, Kamis (27/8).  Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai pembukaan gelaran Danantara Housing Expo di NICE PIK, Tangerang, Banten, Kamis (27/8). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Danantara Indonesia akan menggelontorkan dana Rp 456 miliar untuk merampungkan proyek apartemen LRT City yang mangkrak dan menyelesaikan persoalan ribuan konsumen yang telah membayar unit.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan penyelesaian proyek tersebut menjadi komitmen Danantara agar konsumen tidak dirugikan.

Dia juga memastikan telah bertemu dengan para konsumen yang terdampak. Menurut dia, terdapat lebih dari 2.000 konsumen yang perlu diselesaikan haknya.

“Saya sudah ketemu dengan mereka, kita akan selesaikan kurang lebih, untuk menyelesaikan 2.000 sekian, saudara-saudara kita yang sudah membayar itu, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar, itu akan kita lakukan,” kata Dony usai pembukaan gelaran Danantara Housing Expo di NICE PIK, Tangerang, Banten, Kamis (27/8).

Dony menegaskan dana Rp 456 miliar tersebut akan berasal langsung dari Danantara Indonesia. Skema pendanaannya dilakukan dalam bentuk penyertaan modal atau equity injection.

Eastern Gern LRT City Bekasi. Foto: Dok. Adhi Commuter Property

“Itukan perusahaan punya saya juga, nanti ada bentuknya equity injection. Karena tidak boleh orang terzalimi dengan hal-hal begini,” terangnya.

Dia menilai persoalan proyek tersebut harus segera diselesaikan karena menyangkut dana masyarakat, termasuk konsumen yang telah mengalokasikan tabungannya untuk membeli rumah.

“Pasti akan dibereskan, karena itu menjadi komitmen kita, bagi saya itu penting sekali bahwa kita tidak boleh merugikan orang. Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya, apalagi itu uang rumah pertama Itu zalim namanya,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan akan segera membahas permasalahan LRT City ini dengan Dony.

Maruarar mengatakan telah membahas persoalan LRT City dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

“Nanti kita undang sama-sama dengan Pak Dony, kita sudah berbicara dengan BPK dan BPKP,” ujarnya.

Proyek tersebut sebelumnya mendapat keluhan dari sejumlah konsumen yang mengaku belum menerima unit apartemen yang telah mereka beli.

instagram embed