Kumparan Logo

Danantara Target Proyek Ekspor Listrik ke Singapura Bisa Mulai Akhir 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, di acara Forbes CEO 2025 di Hotel St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto: Dok. Forbes
zoom-in-whitePerbesar
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, di acara Forbes CEO 2025 di Hotel St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto: Dok. Forbes

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkap kelanjutan rencana ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura. Nantinya, ia menarget hal itu bisa terlaksana mulai akhir 2026.

Adapun sebelumnya ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura juga diarahkan sebagai pengungkit masuknya investasi industri berteknologi tinggi. Rencana ini menjadikan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat industri hijau baru di Indonesia.

“Keinginan kami memang by end of year, kita sudah bisa mulai jalan menggerakkan proyek ini, untuk ekspor ke Singapura. Ekspor itu cukup besar,” kata Pandu dalam Investor Relation Forum yang diselenggarakan Suar di Main Hall BEI, Jakarta pada Senin (11/5).

Pandu menuturkanm Danantara juga sudah bertemu dengan pihak Singapura terkait ekspor listrik tersebut. Selain itu, sudah ada beberapa perusahaan yang mendapat izin bersyarat atau conditional license terkait ekspor tersebut.

video story embed

“Yang ini juga sudah di-announce, kita sudah bertemu dengan jajaran pemimpin di Singapura. Dan juga ada 6-7 perusahaan yang sudah mendapatkan conditional license dari Singapura yang sekarang sudah kita PDKT lah untuk bisa bekerja sama,” ujarnya.

Adapun Pandu menjelaskan hal itu nantinya masuk ke dalam proyek kerja sama energi terbarukan dengan Singapura yang diperkirakan mencapai USD 30 miliar. Hasil dari proyek energi terbarukan tersebut juga dipastikan Pandu tak hanya untuk ekspor ke Singapura namun juga untuk kebutuhan dalam negeri.

It's a single largest project untuk renewable yang ada sekarang. Dan ini bukan hanya buat ke Singapura saja, ini juga akan ada penggunaan untuk dalam negeri. Dan untuk USD 30 billion ini hanya 3 gigawatt,” kata Pandu.

“Kebutuhan dari Indonesia sendiri kan keinginan presiden 100 gigawatt yang akan dibangun. So it's very small percentage yang dibutuhkan. Untuk Singapura ini. Sebagai investor, we will always be an eternal optimist,” lanjutnya.

Sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Singapura memang tertarik mengimpor listrik dari Indonesia. Ia menegaskan kerja sama ekspor listrik harus memberikan keuntungan yang adil bagi kedua negara.

“Itu bagus, harganya cengli tapi untuk Singapura kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam,” tegas Bahlil.

Selain itu, saat ini pemerintah juga membahas pengembangan jaringan listrik lintas negara atau power grid bersama Malaysia dan negara ASEAN lainnya

“Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia, Indonesia, sebentar lagi yang masuk Filipina,” ungkap Bahlil.