Kumparan Logo

Dapat Angpao Saat Imlek, Simak Saran Perencana Keuangan Berikut

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan menunggu untuk naik kereta mereka di stasiun Kereta Api Selatan Beijing menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, di Beijing, China, Rabu (10/2). Foto: Thomas Peter/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan menunggu untuk naik kereta mereka di stasiun Kereta Api Selatan Beijing menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, di Beijing, China, Rabu (10/2). Foto: Thomas Peter/REUTERS

Tradisi tahun baru China atau imlek yaitu memberikan uang yang disisipkan melalui amplop merah. Orang-orang di Indonesia menyebutnya angpao dari bahasa China.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho mengatakan, sebaiknya digunakan untuk belajar investasi. Belajar memahami investasi sejak dini akan memberikan pengalaman berharga bagi pelajar, misalnya.

“Dibanding untuk jajan, paling sederhana untuk menabung atau enggak investasi,” katanya kepada kumparan, Rabu (10/2).

Ilustrasi angpao Foto: Shutter Stock

Sebab, menurutnya di era digital investasi bisa jauh lebih mudah. Memulai investasi melalui aplikasi maupun membuka rekening di pasar modal.

“Nominal mulai Rp 100 ribu (reksa dana), kalau mencukupi. Enggak ada salahnya investasi daripada habis untuk jajan doang,” imbuhnya.

Selain itu, ia memberikan opsi lain jika memang masih belum memiliki KTP atau masih pelajar junior untuk menabung sebanyak 50 persen.

“Dengan pembagian persentase 50 persen, 50 persen (jajan),” ungkapnya.

Adapun opsi lain yaitu dengan membuat rencana keuangan sesuai skala prioritas. Triknya bisa menerapkan rumus 40-30-20-10 dalam rencana keuangan. Sebesar 40 persen adalah anggaran untuk keperluan sehari-hari, 30 persen untuk kebutuhan utang, 20 persen untuk investasi dan tabungan, serta 10 persen untuk keperluan sosial.

“Apalagi mereka sudah memiliki penghasilan sendiri, biar lebih bijak mengelolanya,” katanya.