Kumparan Logo

Dapat Laporan Pupuk Langka-Bawang Ilegal dari Mahasiswa, Mentan Ambil Tindakan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berdiskusi dengan para pengamatan ekonomi, akademisi dan pimpinan media usai mengecek stok beras di Gudang Bulog, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berdiskusi dengan para pengamatan ekonomi, akademisi dan pimpinan media usai mengecek stok beras di Gudang Bulog, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengadakan forum discussion group (FGD) bersama BEM dari beberapa universitas di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Amran mendapat laporan terkait kelangkaan pupuk dan bawang ilegal

Adapun laporan terkait kelangkaan pupuk tersebut terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Merespons hal tersebut, Amran langsung mencabut izin perusahaan yang diduga menjadi penyebab kelangkaan pupuk namun ia belum memberi detail perusahaannya.

“Dicabut tadi sudah dicabut. Cuma 10 menit dicabut. Karena online. Dan itu diproses hukum. Tidak boleh (pupuk langka). Terima kasih mahasiswa. Ini yang kita harapkan,” kata Amran di kediamannya di Jakarta Selatan pada Rabu (6/5).

Terkait laporan bawang ilegal, hal itu terjadi di Sumatera Utara. Untuk itu, Amran juga langsung melakukan penindakan. Meski demikian, ia belum memberi detail kerugian dari kasus tersebut.

Mentan Amran usai forum discussion group (FGD) bersama BEM dari beberapa universitas di seluruh Indonesia di kediamannya di Jakarta Selatan pada Rabu (6/5/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

“Ada juga mahasiswa tadi (lapor) bawang ilegal. Dari Sumatera Utara. Ada orangnya (pelapor) di belakang masih ada. Nah, itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur?,” ujarnya.

Untuk itu, ke depan Amran juga berharap kalangan mahasiswa bisa menjadi mata rantai Kementan untuk mendeteksi adanya pelanggaran di sektor pertanian. Ia juga meminta para mahasiswa untuk melapor jika mendapat temuan.

Pasti (mahasiswa jadi mata rantai Kementan untuk mendeteksi adanya pelanggaran). itu dari dulu. Bukan selanjutnya. Dari dulu mahasiswa kritis. Tapi, salurkan. Laporkan,” ujarnya.

Adapun kepada para mahasiswa, Amran sudah melakukan diskusi dan memaparkan tentang capaian sektor pertanian. Menurutnya, mahasiswa juga punya peran penting.

“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini. Kita tunjukkan pakai data, bukan opini, bukan untuk pencitraan, tapi kita tunjukkan apa adanya, itulah pesan Bapak Presiden,” kata Amran.