Dapat Porsi Saham 20 Persen, BRI Siapkan Dana Rp 1 Triliun ke LinkAja

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk penyertaan di aplikasi LinkAja. Dana tersebut merupakan bagian pengambilan 20 persen saham di aplikasi pembayaran yang dikelola PT Fintek Karya Nusantara.
Direktur Utama BRI, Suprajarto, mengatakan meskipun sudah menyiapkan dana sekitar Rp 1 triliun, namun realisasi penyertaan tidak akan mencapai nilai tersebut.
"Kami penyertaan Rp 1 triliun ke venture, tapi penyertaan ke Finarya tidak sampai segitu," katanya saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta, Rabu (24/4).
Suprajarto berharap keikutsertaan dengan LinkAja dapat berkontribusi terhadap pendapatan nonbunga perseroan dan pembayaran digital mereka.
Hingga saat ini tercatat total merchant dari seluruh bank pelat merah sebanyak 60.000 toko dengan total volume transaksi mencapai ratusan ribu per hari.
"Transaksi per hari sudah di atas 300 ribu," katanya.
Suprajarto menilai kepemilikan saham BRI sebesar 20 persen di LinkAja ini sudah cukup. Dia belum berencana menambah persentase kepemilikan saham mereka di LinkAja.
"Kalau bisa dikurangi, ya dikurangi," tambahnya.
LinkAja adalah layanan keuangan elektronik kolaborasi berbagai jenis usaha BUMN yakni Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri), Telkomsel, Pertamina, dan Jiwasraya.
Dengan demikian, layanan LinkAja menggantikan fungsi dari layanan keuangan elektronik TCASH milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).
Telkomsel mempunyai porsi saham terbesar di LinkAja sebanyak 25 persen. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing 20 persen. Sisanya, BTN dan Pertamina masing-masing 7 persen dan Jiwasraya 1 persen.
