Dapat Restu Danantara, WIKA Gelar RUPSLB Ganti Pengurus pada 6 Agustus 2025
30 Juli 2025 20:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
Dapat Restu Danantara, WIKA Gelar RUPSLB Ganti Pengurus pada 6 Agustus 2025
Rencana RUPSLB telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT
Agenda utama rapat tersebut adalah perubahan susunan pengurus, termasuk pengisian posisi direktur keuangan yang kosong sejak Juni lalu.
Senior Manager Corporate Relations WIKA, William, mengatakan rencana RUPSLB telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
“Untuk melakukan agenda tersebut kami sudah berkoordinasi dengan OJK dan Danantara karena di peraturan OJK posisi lowong maksimal 90 hari dan mereka setuju ini dilakukan,” ujarnya saat bertemu awak media di Jakarta, Rabu (30/7).
Kursi Direktur Keuangan WIKA lowong setelah Adityo Kusumo diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) pada 11 Juni 2025.
Kekosongan jabatan tersebut sementara diisi oleh Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, sebagai pelaksana tugas. William melanjutkan, penunjukan pengganti Adityo sepenuhnya menjadi kewenangan Danantara.
ADVERTISEMENT
Selain pergantian pengurus, RUPSLB juga akan membahas perubahan skema dana pensiun perseroan dari Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menjadi Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyehatan keuangan perusahaan.
“Ini sejalan dengan penyehatan kami. Kalau dalam kondisi seperti sekarang cukup membebani pendiri dalam hal ini kami WIKA. Dalam kondisi saat ini kami fokus penyehatan, perlu melakukan shifting,” imbuh William.
Opsi Merger Tunggu Arahan Danantara
Sementara untuk isu merger dengan PT Pembangunan Perumahan (PTPP), masih menunggu keputusan Danantara. William, menambahkan perseroan tengah menyiapkan internal agar siap dengan berbagai skenario integrasi.
“Dari sisi kesiapan sistem nah itu kita terus tingkatkan mas, baik digitalisasi, kelola, kemudian SDM-nya juga kita tingkatkan terus kompetensinya. Jadi ketika nanti memang integrasi, kita juga belum tau mekanismenya apakah merger, apakah subholding, ya itu sudah siap dari WIKA-nya,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan seluruh BUMN karya saat ini sedang dilibatkan dalam proses evaluasi.
“Kami memang diajak mengkaji untuk integrasi BUMN. Khususnya adalah BUMN karya saat ini semua timnya sedang bekerja. Ada konsultan yang ditunjuk Danantara hampir tiap minggu diskusi menunjukkan dengan kami dengan teman-teman BUMN karya bagaimana proses integrasi ini,” ujar Ngatemin.
Ngatemin menegaskan, tujuan konsolidasi ini adalah memperkuat kondisi keuangan BUMN karya agar lebih sehat. Terkait pasangan merger, WIKA mengaku belum menerima informasi final.
"Tapi apakah dengan (PT) PP atau dengan siapa terus terang kami dari internal juga belum tahu. Kalau yang diberitahu seperti itu ya tapi kami sendiri di internal ya kami ikuti saja prosesnya seperti apa,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
