Kumparan Logo

Dari Bisnis Perhiasan hingga Industri Musik, Kisah Sukses Glenn dan Sienna Spiro

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sienna Spiro menerima Penghargaan Artis Baru Terbaik di atas panggung selama MTV Video Music Awards (VMAs) 2026 di Peacock Theater, Los Angeles, California (27/9/2026). Foto: Kevin Winter/Getty Images/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sienna Spiro menerima Penghargaan Artis Baru Terbaik di atas panggung selama MTV Video Music Awards (VMAs) 2026 di Peacock Theater, Los Angeles, California (27/9/2026). Foto: Kevin Winter/Getty Images/AFP

Glenn Spiro merupakan sosok di balik bisnis perhiasan mewah yang memadukan batu permata langka dengan material tak biasa.

Perjalanan kariernya di industri perhiasan berbeda dari salah satu anaknya, Sienna Spiro, yang kini mencuri perhatian lewat kiprahnya di industri musik.

Mengutip The Financial Times, Glenn Spiro selalu menganggap dirinya sebagai orang luar di industri perhiasan. Lahir dan besar di East London, Inggris, pria berusia 64 tahun ini memiliki karakter yang cukup berbeda dari sosok-sosok yang biasanya menjadi wajah industri perhiasan.

Spiro meninggalkan bangku sekolah pada usia 15 tahun dan bergabung dengan English Art Works, bengkel perhiasan Cartier di New Bond Street, London.

Setelah itu, ia menjalani magang sebagai perajin emas di Hatton Garden. Pada usia 21 tahun, ia membuka atelier atau studio perhiasannya sendiri. Ia kemudian membuat perhiasan adibusana khusus untuk berbagai merek, sekaligus sesekali melayani klien pribadinya.

Di saat yang sama, Spiro bekerja di departemen perhiasan Christie's pada 1994–2002 sebagai direktur senior sekaligus spesialis internasional. Pengalaman tersebut menumbuhkan ketertarikannya yang besar terhadap batu permata langka.

Ketika secara resmi meluncurkan merek perhiasannya sendiri pada 2014 dengan nama G, Spiro telah mematangkan estetika yang kemudian menjadi ciri khasnya.

Ia menggunakan batu permata berwarna yang langka, baik batu semi mulia maupun batu mulia, dan kerap memadukannya dengan material tidak biasa, seperti tembaga, kayu, dan titanium.

Salah satu karya Spiro yang paling terkenal adalah cincin Papillon, yang dibuat untuk Jay-Z sebagai hadiah bagi Beyoncé pada 2014.

Cincin tersebut menampilkan kupu-kupu berbahan titanium yang dihiasi batu tsavorit hijau dan berlian. Engselnya memanjang hingga melewati buku jari, sehingga pemakainya dapat menggerakkan sayap kupu-kupu tersebut.

Sienna Spiro, Anak Glenn Spiro yang Bersinar Lewat Musik

Berbeda dengan Glenn yang membangun namanya di industri perhiasan, sang anak perempuan yang berumur 21 tahun, Sienna Spiro, menapaki jalannya sendiri di industri musik. Bakatnya mulai menarik perhatian ketika ia masih berusia 16 tahun.

Saat itu, ia mendaftar di East London Arts and Music, sebuah akademi seni pertunjukan yang ia gambarkan sebagai versi "yang sedang naik daun" dari BRIT School, sekolah bergengsi di London yang pernah melahirkan sejumlah musisi ternama, termasuk Adele dan Amy Winehouse.

Namun, perjalanan akademiknya tidak berlangsung lama.

Dikutip dari Los Angeles Times, pada hari pertama kelas, Sienna mengunggah video TikTok yang menampilkan dirinya menyanyikan ulang lagu Break My Heart Again milik Finneas.

Video itu memicu ketertarikan dari sejumlah pelaku industri rekaman. Tak lama kemudian, ia memutuskan keluar dari sekolah dan mulai rutin bepergian ke Los Angeles untuk menggarap musik.

Salah satu karyanya, Die on This Hill, merupakan balada pop-soul terkenal yang menceritakan tentang bertahan dalam hubungan yang tidak sehat. Sejak dirilis pada Oktober, lagu itu telah diputar lebih dari 300 juta kali di YouTube dan Spotify.