Kumparan Logo

Dari Blok M ke Kota Tua, 9 TOD MRT Jakarta Bakal Ubah Wajah Kota

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi MRT Jakarta. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi MRT Jakarta. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Di tengah hiruk pikuk Jakarta, Blok M menjadi salah satu titik pertemuan dan transit yang paling sibuk. Bagi Anita (25), kawasan ini selalu punya daya tarik tersendiri.

“Soalnya di sini (Blok M) tuh enak, pilihan transportasi umumnya banyak banget, dari MRT, Transjakarta, sampai angkot. Jadi mau ke mana-mana gampang dan nggak ribet,” ujarnya kepada kumparan, Minggu (10/8).

Ia membayangkan, jika nanti Skybridge yang menghubungkan Stasiun MRT Blok M dan Terminal Blok M selesai dibangun, perjalanan akan semakin nyaman.

“Jalan kaki pun jadi nyaman, nggak perlu menyeberang di jalan yang ramai dan rawan. Apalagi kalau Skybridge-nya tertutup, jadi nggak takut hujan atau panas,” tambahnya.

Bayu (28) punya cerita serupa. Hampir setiap hari ia melewati Blok M untuk bekerja. Perpindahan dari MRT ke terminal bus sering membuatnya was-was karena harus menyeberang jalan ramai sambil membawa barang.

“Kalau nanti ada Skybridge, pasti jauh lebih nyaman dan aman. Nggak cuma menghemat waktu, tapi juga bikin perjalanan lebih lancar,” katanya.

Bagi warga seperti Anita dan Bayu, infrastruktur yang terintegrasi bukan hanya memudahkan mobilitas, tapi juga mengubah citra Blok M menjadi ruang publik yang ramah dan aman.

Sejumlah warga bersiap menaiki kereta moda raya terpadu (MRT) di Stasiun Blok M, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Visi Besar MRT Jakarta

Cerita warga seperti ini menjadi salah satu alasan PT MRT Jakarta (Perseroda) memacu pengembangan transit oriented development (TOD) di berbagai titik. TOD adalah kawasan terpadu yang menghubungkan transportasi umum dengan beragam fungsi ruang kota, dari pusat perbelanjaan hingga ruang terbuka publik.

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad H. Mahfud, mengatakan sudah ada sembilan proyek TOD yang rampung dan mulai memberi dampak positif.

Our TOD is working, our system is working. Karena dulunya gak ada yang mau. Satu COVID-19, kedua, tidak ada yang mau mengambil uang dari kantong sendiri, kecuali itu sudah dibuktikan berhasil,” katanya.

Salah satu proyek andalan adalah Blok M Hub yang mengintegrasikan transportasi dengan kawasan kreatif dan hijau.

“Yang paling terbaru adalah Blok M Hub, bagaimana kita menghidupkan kawasan yang benar-benar mati, aset yang benar-benar mati, mencoba kita hidupkan kembali dengan berbagai upaya inovasi,” tutur Farchad.

MRT Jakarta memberi identitas khas pada setiap TOD, seperti Blok M yang menjadi Green Creative Hub, pusat kreatif yang ramah lingkungan dan jadi magnet komunitas muda.

Proyek TOD MRT Jakarta jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Menurut pengamat transportasi MTI, Revy Petragradia, prinsip TOD mencakup delapan hal yakni walkable, akses pesepeda, keterhubungan (connect), transit, mixed land use, kepadatan, kompak, dan pergeseran moda transportasi (shifting). Stasiun MRT sebagai simpul transportasi memiliki potensi memicu pertumbuhan ekonomi dalam radius 800 meter.

“Kalau kita lihat stasiun-stasiun MRT merupakan simpul transportasi di mana menjadi tempat perpindahan, pergerakan, keterjangkauan kawasan dan pengembangan kawasan. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan stasiun yang menurut aturan atau regulasi dalam radius 800m,” kata Revy kepada kumparan.

Warga menaiki Mass Rapid Transit (MRT) arah dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurutnya, integrasi antar moda, tak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tapi juga menekan biaya transportasi dan mengurangi kemacetan. Nilai ekonomi lahan di sekitar TOD meningkat, yang bisa dimanfaatkan melalui konsep Land Value Capture untuk membangun fasilitas publik tanpa membebani APBD.

Ia mencontohkan, jalur MRT Kowloon di Hong Kong berhasil dibiayai lewat pengelolaan lahan TOD di sekitarnya.

“Jadi dengan diberikan konsesi ke badan usaha, pengembangannya menggunakan capping value dari penjualan atau sewa lahan sekitar TOD stasiun tersebut,” ungkapnya.

Adapun sembilan proyek TOD MRT Jakarta antara lain:

1. Setiabudi TOD – Prestigious Commercial Anchor of Jakarta

2. Istora-Senayan TOD – Jakarta’s Enlightenment Landmark

3. Blok M-Sisingamaraja TOD – Green Creative Hub

4. Fatmawati TOD – Dynamic Vertical Space

5. Lebak Bulus TOD – Beacon Gate of Jakarta

6. Kotatua TOD – Northern Jewel of Jakarta

7. Bundaran HI TOD – Monumental Axis of Jakarta

8. Dukuh Atas TOD – Motion Collaboration

9. Bendungan Hilir TOD – Regeneration Transition Node

Bagi MRT Jakarta, TOD adalah investasi jangka panjang untuk membentuk wajah baru kota. Dari Blok M yang semakin terintegrasi hingga potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan stasiun, proyek ini menunjukkan bahwa transportasi publik dapat menjadi penggerak kehidupan kota, bukan sekadar sarana berpindah dari titik A ke B.