Kumparan Logo

Dari Istiqlal ke Pelosok Negeri: Konsistensi Le Minerale dalam Aksi Kemanusiaan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi kemanusiaan Le Minerale. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aksi kemanusiaan Le Minerale. Foto: kumparan

Di tengah derasnya kampanye sosial yang silih berganti mengikuti momentum, satu pertanyaan sering muncul: mana yang benar-benar tulus, dan mana yang sekadar ikut arus? Kepedulian yang autentik biasanya tidak diukur dari seberapa ramai ia diperbincangkan, melainkan dari seberapa konsisten ia dijalankan—bahkan ketika tak ada kamera yang menyorot.

Dalam konteks itu, aksi sosial dari korporasi sering hadir pada momen tertentu. Dan bagi Le Minerale, kepedulian menjadi bagian dari perjalanan brand ini sejak lama. Komitmen itu terlihat dari berbagai program yang dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari kemitraan bersama Masjid Istiqlal, bantuan kemanusiaan untuk Palestina, hingga dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Sejak Agustus 2024, misalnya, Masjid Istiqlal resmi menggandeng Le Minerale sebagai wujud nyata kolaborasi jangka panjang untuk mendukung kemajuan produk nasional serta kesejahteraan umat. Le Minerale turut memberangkatkan umrah para marbot Istiqlal, memberikan beasiswa bagi anak-anak marbot yang berprestasi, meremajakan area kuliner masjid demi mendukung UMKM sekitar, hingga mendukung rangkaian program keagamaan seperti Jumat Berkah dan Ramadhan Festival.

Buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Februari 2026. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

Setiap Ramadan, kemitraan ini kembali terasa di pelataran Istiqlal. Pada Maret 2026 pun Le Minerale membagikan ribuan botol air minum dan paket berbuka puasa untuk jemaah dalam rangkaian acara “Bersama Istiqlal, Le Minerale Berbagi Kebaikan Ramadhan”.

Direktur Utama Istiqlal Global Fund, Ahsanul Haq, menyebut kolaborasi ini bagian dari upaya membangun ekosistem kebaikan yang berkelanjutan antara institusi keagamaan dan industri dalam negeri. Marketing Director Le Minerale, Febri Satria Hutama, menegaskan bahwa kehadiran Le Minerale tak sebatas dukungan kegiatan semata, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang Masjid Istiqlal sebagai simbol persatuan umat.

Nilai serupa juga terlihat dalam dukungan Le Minerale untuk Palestina yang telah berjalan konsisten sejak perang pecah pada 2023. Dimulai dari Desember 2023 ketika Le Minerale menjadi salah satu produk lokal yang diberangkatkan TNI AL dari Surabaya menuju Gaza, bersama bantuan makanan dan minuman lain bagi warga Palestina.

Dukungan ini terus berkembang lewat berbagai kolaborasi. Pada Maret 2025, program “Sedekah Botol Bekas untuk Palestina” bersama BAZNAS mengonversi botol plastik bekas Le Minerale menjadi dana kemanusiaan hingga berhasil mengumpulkan Rp250 juta dalam hitungan minggu.

BAZNAS RI dan Le Minerale salurkan bantuan 224 ribu liter air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Foto: Dok. Le Minerale

Lima bulan kemudian, Agustus 2025, Le Minerale bersama BAZNAS menyalurkan 224.000 liter atau setara 28 tangki air bersih ke empat titik distribusi di Distrik Sheikh Radwan, Jabaliya City, dan Gaza Utara, menjangkau sekitar 14.000 jiwa atau 2.800 kepala keluarga yang menghadapi krisis air bersih akibat kerusakan jaringan pipa dan blokade.

Tak lama setelahnya, September 2025, Le Minerale bersama Yayasan Laju Peduli kembali menyalurkan 7 truk tangki air bersih untuk sekitar 1.750 jiwa pengungsi di Gaza Selatan.

Le Minerale juga merambah ranah komunitas lewat We Run Palestine 2025 bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF). Sebanyak 200 pelari terpilih dari Le Minerale Running Squad menempuh total 4.000 kilometer secara virtual, yang kemudian dikonversi menjadi bantuan kemanusiaan dan diserahkan secara simbolis kepada YDSF pada awal 2026.

Le Minerale Running Squad. Foto: Dok. Istimewa

Hadir di Palestina, Tak Lupakan Indonesia

Kepedulian Le Minerale juga menjangkau saudara sebangsa yang tertimpa musibah. Ketika banjir bandang menerjang Sumatera dan Pati pada awal 2026, Le Minerale turut menghadirkan air minum bersih sebagai kebutuhan mendasar bagi warga terdampak di Aceh Tamiang, Sumatera Barat, hingga Kabupaten Pati.

Konsistensi Le Minerale dalam menjalankan aksi kemanusiaan pun menarik perhatian banyak orang, termasuk Waseem Khan, kreator asal Inggris yang beberapa kali mengunjungi Indonesia. Sejak lama, Ia jatuh cinta pada keramahtamahan dan kepedulian masyarakat Indonesia yang menurutnya nyaris tak kenal batas—sebuah compassion beyond borders yang ia lihat tercermin dalam prinsip berbagai brand lokal, termasuk Le Minerale.

Momen itu ia rasakan langsung pada suatu sore di bulan Ramadan, Maret 2026, ketika ribuan jemaah Istiqlal berkumpul menanti waktu berbuka dan botol-botol air mineral berpindah dari tangan ke tangan. Bagi banyak orang, pemandangan itu mungkin biasa saja. Namun di mata Waseem, momen sederhana itu terhubung sampai ke gambaran distribusi air di Gaza yang pernah ia lihat.

BAZNAS RI dan Le Minerale menyalurkan bantuan 224 ribu liter air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Foto: Dok. Istimewa

“Hanya tindakan sederhana seperti ini tapi bisa menyatukan banyak orang,” kata Waseem.

Melihat dokumentasi distribusi bantuan Le Minerale di Gaza maupun di daerah bencana Indonesia, Waseem merasa haru. Baginya, ada perbedaan besar antara bersimpati dan bertindak—dan tidak semua pihak bersedia mengambil langkah konkret.

“Melihat mereka benar-benar ada di sana, di lapangan, itu sangat berarti. Saya tahu apa yang sedang dilalui orang-orang yang membutuhkan, dan tindakan seperti ini adalah sesuatu yang krusial,” ujar Waseem.

Waseem Khan saat di Indonesia. Foto: kumparan

Aksi Nyata Lebih Berarti dari Sekadar Empati

Sementara Zaskia Adya Mecca sebagai figur yang aktif dalam isu kemanusiaan, melihat bahwa komitmen sebuah brand tidak bisa diukur dari satu kampanye. Menurutnya, brand yang benar-benar berkomitmen membantu pasti merespons cepat dan hadir konsisten, bukan cuma pada momen yang terlihat publik.

Sejak 2023, Zaskia vokal menyuarakan dukungan untuk Palestina. Pada Juni 2025, ia berpartisipasi dalam Global March to Gaza, aksi solidaritas internasional menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Kairo menuju perbatasan Rafah untuk menuntut dibukanya akses bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza—meski misi ini akhirnya tak mencapai lokasi tujuan karena minimnya izin akses dan meningkatnya risiko keamanan di sepanjang rute.

Zaskia Adya Mecca. Foto: kumparan

“Allah tuh udah ngasih banyak banget buat aku, dan itu bukan privilese, tapi ujian. Ketika dikasih nikmat yang banyak, aku aware nggak sama sekitar? Aku mau berbagi nikmat, nggak?” tutur Zaskia di sela kegiatan ‘Berbagi Ramadan’ bersama para relawan Kitabisa dan Le Minerale, Maret 2026.

Pada bulan yang sama, Zaskia kembali ke Aceh Tamiang, 60 hari setelah banjir bandang menerjang Sumatera. Di sana, ia menyaksikan Le Minerale turut menghadirkan air minum bersih bagi warga terdampak, sejalan dengan komitmen yang sama untuk Palestina.

Kembali ke pelataran Istiqlal ketika air minum dibagi-bagikan, Waseem merasakan kebersamaan, kehangatan, dan harapan untuk kemanusiaan.

“Saya benar-benar mengapresiasi apa yang sudah dilakukan untuk komunitas yang membutuhkan. Terima kasih karena terus berbagi dan menunjukkan kasih sayang tidak mengenal batas,” tutupnya.