Dari Konsultan IKN ke Dewas Danantara, Peran Tony Blair Dipertanyakan

25 Februari 2025 13:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima Mantan PM Inggris Raya, Tony Blair di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2024) Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima Mantan PM Inggris Raya, Tony Blair di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2024) Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto meminta Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris, Tony Blair, untuk menjadi salah satu pengawas di lembaga investasi Danantara.
ADVERTISEMENT
Pengamat BUMN sekaligus Direktur Next Indonesia Herry Gunawan menilai keterlibatan Tony Blair di Danantara dinilai tak memiliki urgensi. Sosoknya lebih cocok sebagai konsultan politik dan kebijakan.
“Sementara Danantara lebih ke arah korporasi. Kalau Blair jadi konsultan di KSP (Kantor Staf Presiden) atau kementerian mungkin lebih cocok,” kata Herry kepada kumparan, Selasa (25/2).
Herry melihat keterlibatan unsur eksternal dari luar Indonesia seharusnya menggunakan pihak yang profesional. Dalam hal ini pelibatan sosok eksternal bisa menggunakan pihak yang terkait dengan bisnis dan investasi, auditor, tata kelola perusahaan, maupun manajemen risiko.
Kantor Danatara. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
“Dan semua ini bukan wilayah Blair. Makanya rada aneh Blair kok bisa dimasukin. Dia juga kan jadi Dewan Penasihat IKN (Ibu Kota Nusantara) dan enggak jelas hasilnya. Tidak berdampak pada keinginan investor untuk tanam modal di sana. Ini juga kemungkinan akan terjadi di Danantara,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Pengamat BUMN lainnya, Achmad Yunus, juga menilai Tony bukanlah orang baru yang dikaitkan dengan investasi di Indonesia.
“Tony Blair adalah tokoh politik, sepak terjangnya selama ini di politik. Dia bukan orang baru karena pernah diisukan jadi penasihat IKN, apakah ini masih ada relasi dengan investasi di IKN? Yang kita tahu tidak berhasil,” kata Yunus.
Perihal ini, Yunus mengimbau agar pengawas Danantara harus profesional. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang pengawas yang harus memiliki keterkaitan dengan korporasi.
“Siapa pun itu menunjukkan arah investasi kita. Danantara ini korporasi, jadi semua harus didasarkan pada pertimbangan bisnis tapi pada rambu ideologi kita tentunya,” ujar Yunus.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bakal menjadi salah satu dewan pengawas Danantara.
ADVERTISEMENT
"(Tony Blair dewan pengawas) Iya salah satunya," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/2).
Danantara diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2). Selain Rosan yang menjadi CEO, Danantara akan diisi oleh Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) dan Pandu Sjahrir di kursi Chief Investment Officer (CIO).