Kumparan Logo

Dari Leasing Pesawat Danantara ke Masela, 11 MoU RI-Jepang Kantongi Rp 401,7 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo pada Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo pada Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Indonesia dan Jepang telah menyepakati kerja sama ekonomi senilai USD 23,63 miliar atau setara dengan Rp 401,71 triliun. Untuk itu, terdapat 11 Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani.

MoU tersebut meliputi pengembangan proyek hilirisasi berbasis energi bersih seperti produksi metanol dari emisi karbon, kerja eksplorasi dan pengembangan sektor minyak dan gas, pengembangan energi panas bumi, hingga penguatan ekosistem keuangan inklusif dan investasi strategis.

“Ya pada intinya ini membuktikan bahwa kepercayaan internasional dalam hal ini pemerintah Jepang, baik oleh pemerintah Jepang maupun para pengusaha di Jepang ini terhadap Indonesia itu tetap besar, tetap komit, dan bahkan project yang akan segera dilaksanakan ini adalah salah satu mungkin yang menjadi salah satu yang terbesar yang akan segera dilakukan,” kata CEO Danantara, Rosan Roeslani di Jepang, Senin (30/3) malam.

Salah satu yang disorot oleh Rosan adalah MoU dengan SMBC. Dalam hal ini, terdapat MoU dengan dua entitas SMBC yakni SMBC Aviation Leasing dan SMBC Bank yang masing-masing bernilai ratusan juga dolar.

“Kemudian ada penandatanganan juga dengan SMBC Aviation Leasing dengan Danantara itu untuk investasi kurang lebih USD 800 juta. Kemudian ada Pegadaian juga mendapatkan pendanaan dari SMBC Bank kurang lebih dalam rupiah itu Rp 5 triliun atau kurang lebih USD 300 juta,” ujar Rosan.

Presiden Prabowo Subianto, bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kelima kiri), saat melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenpar

Terdapat pula Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World terkait produk kecantikan. Nilai investasinya menurut Rosan mencapai USD 500 juta.

Di sektor energi, terdapat kerja sama strategis untuk pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia antara PT Pertamina (Persero) dan INPEX. Menurut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, total investasinya mencapai USD 20,9 miliar.

“Total Blok Masela USD 20,9 miliar. Itu nilai awal ya, kemungkinan besar ketika terjadi geopolitik yang tidak menentu itu akan terjadi peningkatan tapi setelah nanti pada saat implementasinya ya,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pula MoU tentang Hululais Geothermal Power Plant Project antara Pemerintah Indonesia dengan JICA. Hal ini menurut Bahlil juga selaras dengan rencana transisi energi ke depan.

“Kita lagi dorong untuk menggunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita nggak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau Geothermal, mau air, mau matahari, mau angin selama ada teknologi harganya efisien kita akan dorong. Nah ini adalah bagian daripada upaya untuk melakukan ini,” ujarnya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo pada Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Berikut daftar MoU yang disepakati Indonesia dan Jepang:

  1. MoU tentang produksi metanol dengan memanfaatkan emisi CO2 dari PKT di Bontang, Kalimantan Timur antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT. Kaltim Methanol Industri;

  2. MoU tentang kerja sama di bidang perdagangan, niaga, dan investasi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) dan Japan Chamber of Commerce and Industry;

  3. Kerja sama strategis untuk pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia antara PT Pertamina (Persero) dan INPEX;

  4. MoU untuk peluang kemitraan potensial di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara antara PT Pertamina Hulu Energi dan INPEX;

  5. MoU tentang Pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia dan Jepang; desain dan manufaktur chip elektronik serta kecerdasan buatan antara PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd.;

  6. MoU terkait berbagai kajian menuju realisasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa antara PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX;

  7. MoU antara SMBC Indonesia dan Pegadaian untuk berkontribusi pada ekosistem emas Indonesia serta inklusi keuangan antara PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia;

  8. MoU tentang Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World;

  9. MoU tentang Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara dan Mandiri Investment Management dan SMBC Aviation Capital;

  10. MoU tentang Penguatan hubungan kerja sama antara JETRO dan PT Danantara Investment Management.

  11. MoU tentang Hululais Geothermal Power Plant Project antara Pemerintah Indonesia dengan JICA.

instagram embed