Dari Penjaga Toko Hingga Jadi Bos WC Bekas

Banyak yang menjadikan Ibu Kota tempat mengadu nasib. Salah satunya adalah Soleh (28). Pria asal Brebes, Jawa Tengah ini mengaku datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.
Soleh bekerja sebagai penjaga WC bekas di Manggarai, Jakarta. Soleh bekerja di Toko Dwi Nugraha, toko penjual WC bekas yang ada di Pasar Rumput.
Di dalam ruko ukuran 5x5 itu Soleh nampak terlihat sibuk membereskan WC-WC bekas barang jualannya tersebut. Beberapa menit sebelumnya, kumparan (kumparan.com) memantau Soleh melambaikan tangannya kepada pemilik mobil Honda Mobilio Silver.
"Terima kasih Pak," kata Soleh sambil melemparkan senyum.
Soleh mengaku tadi adalah pembeli ke-3 yang datang hari ini.
"Bapak tadi beli kloset saya yang merek Toto type 420 harganya Rp 950 ribu," katanya sambil merapikan kembali tata letak klosetnya.

Soleh mengaku untuk penjualan kloset tersebut ia mendapatkan untung Rp 450 ribu per kloset.
Soleh yang sudah bekerja selama 10 tahun ini berharap kelak dirinya seperti Pak Haji Saran, yang menjadi bosnya saat ini. Soleh bercerita, Saran dulu sama seperti dirinya, kini ia sudah punya toko WC bekas sendiri bahkan sudah jadi juragan kos-kosan.
"Dulu Pak Haji sama kayak saya kerja sama orang, tapi sekarang sudah bisa kebeli rumah, punya toko sendiri. Bahkan punya kos-kosan 20 pintu di dekat rumahnya di Pasar Rumput," jelas Soleh.

Soleh yakin dirinya akan seperti bosnya itu."Alhamdulillah sedikit-sedikit mah kebeli, mulai dari motor, rumah, bisa nikah juga," ungkapnya bahagia.
Soleh mengaku bisnis jual WC bekas memang menjanjikan. Tapi, untuk saat ini penjualan WC bekas memang menurun.
"Kalau rame bisa dapat Rp 3 juta tapi kalau sepi bisa Rp 1 juta bahkan enggak ada yang beli sama sekali," ungkap Soleh.
Ia mengaku, sebelum dipindahkan ke daerah Pasar Rumput sehari bisa mengantongi Rp 5 juta di hari biasa dan untuk weekend bisa Rp 8 juta.
