Data Center NeutraDC Nxera Batam Berbasis AI, Bidik Konsumen Singapura
ยทwaktu baca 3 menit

NeutraDC Nxera Batam memfokuskan Hyperscale Data Center (HDC) Batam dibangun dengan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI). Data center ini membidik pasar potensial dari Singapura.
Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir, membenarkan salah satu pasar HDC Batam adalah potensi limpahan permintaan (spillover) dari Singapura.
"Kita tahu bersama, data center kan butuh power (energi), dan yang sekarang permasalahan di Singapura mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan terhadap power data center itu. Jadi Batam itu yang akan dijadikan spillover," jelasnya saat konferensi pers di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam, Kamis (13/6).
Selain pasokan energi yang andal, Honesti menambahkan perbedaan data center di Batam dengan Singapura adalah sumber daya air yang melimpah untuk teknologi liquid cooling AI.
Meski demikian, dia menegaskan data center di Batam ini tidak hanya akan menerima limpahan permintaan dari luar negeri saja, namun bisa menjadi pusat (hub) untuk industri data center itu sendiri.
"Jadi yang tadi kita ingin Batam itu tidak hanya sekadar spillover dari Singapura, tapi Batam itu menjadi hub dari business center yang ada di region. Itu yang menjadi ambisi," tegas Honesti.
Untuk mendukung infrastruktur AI, Honesti membuka peluang NeutraDC berkolaborasi menggaet mitra lain, salah satunya Nvidia yang sudah maju dalam teknologi AI.
Dia menuturkan, AI pada dasarnya suatu bisnis pemanfaatan unit pemrosesan grafis (GPU). Namun, kata dia, saat ini NeutraDC masih fokus dalam penyediaan fasilitas AI.
"Penyediaan fasilitas untuk data center berbasis AI, artinya data center berbasis AI itu adalah data center yang memenuhi kriteria dari para pemain GPU as a service maupun AI as a service," jelasnya.
CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba, menyebutkan Singapura menjadi pasar potensial lantaran mitra NeutraDC adalah Nxera, anak usaha perusahaan telekomunikasi Singapura, Singtel.
Adapun selain Singtel, Telkom juga menggandeng PT Medco Power Indonesia sebagai mitra joint venture NeutraDC Nxera Batam, untuk memasok listrik dari pembangkit energi terbarukan.
"Kita kan punya partner Singapura ya Nxera yang anak usaha Singtel dan juga kita punya NeutraDC Singapura, bisa limpahan dari sana," jelasnya.
Indra menambahkan, konsumen data center juga bisa dari kalangan enterprise seperti perbankan di Singapura yang memerlukan data recovery center (DRC). Dia menilai, Batam tidak rawan bencana.
"Batam ini out of ring of fire, Sumatera dan Jawa itu ada gunung berapi. Bukan berarti kita mendahului act of god ya, tapi kalau orang bangun data center seharusnya tidak di tempat yang sama untuk back up, harus pulau lain supaya aman," jelasnya.
Selain itu, dia juga menyebutkan Batam memiliki banyak kabel bawah laut (submarine cable) sebagai fasilitas pendukung data center penting, apalagi untuk menopang bisnis AI.
"Batam menurut saya potensial, connectivity kita punya banyak subsea cable, karena salah satu syarat AI itu adalah connectivity harus cepat. Subsea cable pembangunannya sekarang ada tiga dan nanti akan dibangun," kata Indra.
