Data Center Terbaru Telkom di Batam Incar 500 MW Potensi Pasar di Singapura
·waktu baca 2 menit

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mulai membangun data center di Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (21/12). Batam menjadi lokasi yang dipilih, antara lain karena lokasinya berdekatan dengan Singapura.
"Jadi di Batam ini jadi pilihan untuk bangun data center karena mengincar pasar Singapura. Karena connectivity di Batam ke Singapura itu juga sudah berlapis-lapis. Ada beberapa kabel laut yang sudah ada, jadi connectivity enggak ada issue," kata Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, Rabu (21/12).
Sementara itu CEO NeutraDC -anak usaha Telkom yang mengelola bisnis data center- Andreuw Th. AF menjelaskan dari survei yang dilakukan pada 2019, ada kebutuhan data center di Singapura sebesar 500 MW yang belum terserap. Sementara Singapura sendiri kesulitan membangun data center baru karena krisis pasokan listrik.
"Akibatnya mereka melakukan moratorium, padahal sebelumnya pertumbuhan kebutuhan data center itu double digit. Nah itu yang akan over flow ke data center kita di Batam," ujar Andreuw.
Apalagi data center di Batam tersebut dibangun atas kerja sama Telkom dengan perusahaan telekomunikasi milik Pemerintah Singapura, Singtel. Sehingga Andreuw yakin, Singtel akan membawa tenant bagi data center Telkom.
"Kita juga punya partnership dengan salah satu mitra kita di sana, itu akan bersama-sama membawa pipeline. Selain itu pertimbangan lain kolaborasi terkait dengan kompetisi global kita, dengan pemain lain di bisnis data center ini," imbuh Andreuw.
Data center yang dibangun Telkom di Batam, menempati lahan seluas 5 hektare di Kabil Industrial Estate. Untuk tahap awal yang ditargetkan tuntas pada kuartal II 2024, data center ini akan memiliki kapasitas 17 MW. Ke depannya, kapasitas itu akan terus ditingkatkan jadi 51 MW.
