Dear Investor Pemula, Kalian Bisa Mulai Investasi dari Saham Unggulan LQ45

Pasar saham di Indonesia menarik perhatian masyarakat khususnya di tengah pandemi COVID-19. Selain menjanjikan sebagai instrumen investasi, kondisi juga sempat semakin ramai setelah influencer banyak merekomendasikan bermain saham.
Namun, jangan sampai masuk ke pasar saham tetapi belum paham sama sekali atau hanya ikut-ikutan yang sedang menjadi tren saja. Sebab, bisa saja harapan mendapat keuntungan malah merugi karena tidak tahu apa yang dilakukan.
Bagi para investor pemula sebaiknya harus dipelajari baik-baik mau investasi saham apa agar tidak langsung anjlok di awal. Nah, di Bursa Efek Indonesia (BEI) ada namanya indeks atau saham LQ45 yang bisa dimanfaatkan investor pemula.
LQ45 berisi saham-saham unggulan yang bisa menjadi rekomendasi. Di dalam LQ45 ada 45 saham perusahaan atau emiten yang likuiditasnya tidak bermasalah dan laporan keuangannya bisa dipertanggungjawabkan secara baik.
Selain itu, saham yang masuk LQ45 dianggap mempunyai prospek pertumbuhan hingga nilai transaksi positif. Emiten yang masuk di LQ45 ini akan dikaji secara berkala oleh BEI setidaknya setiap 6 bulan sekali.
Perusahaan yang masuk di LQ45 bergerak di beragam sektor mulai dari energi, perbankan, rokok, hingga makanan. Emiten tersebut juga tak terbatas perusahaan milik negara saja, tetapi juga ada yang dari swasta.
Contoh perusahaan pelat merah yang masuk LQ45 di awal tahun 2021 ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Menteri BUMN Erick Thohir pada 20 Januari 2021 sempat menyinggung kinerja perusahaan BUMN yang tetap bagus di tengah pandemi. Menurutnya dua alasan emiten pelat merah bisa melambung karena good corporate governance yang dijalankan dan punya fundamental bagus dengan keberlanjutan inti bisnis yang menjanjikan di masa depan.
Apa yang dijelaskan Erick Thohir tersebut tidak jauh beda dengan beberapa kriteria perusahaan dimasukkan dalam LQ45. Sementara itu, untuk perusahaan swasta yang masuk LQ45 mulai dari PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), hingga PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Di Januari 2021 BEI telah melakukan evaluasi mayor untuk menetapkan daftar saham dan menyesuaikan bobot atas saham-saham yang digunakan untuk penghitungan indeks LQ45.
Berikut ini 45 emiten saham yang masuk LQ45 periode Februari sampai Juli 2021:
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Astra International Tbk (ASII)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
PT XL Axiata Tbk (EXCL)
PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
PT PP (Persero) Tbk
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
PT Tower Bersama Infratructure Tbk (TBIG)
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
PT United Tractors Tbk (UNTR)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
