Demam Berburu Stiker Piala Dunia, Versi Emas Messi Dijual hingga Rp 2,49 Juta

Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian di Argentina setelah melihat penampilan di ajang Piala Dunia 2026. Namun kali ini, penggemar memburu suatu hal yang berbeda: stiker emas Messi yang langka.
Ribuan anak-anak dan orang dewasa berkumpul setiap akhir pekan menjelang turnamen di Parque Rivadavia, taman bersejarah di pusat Buenos Aires.
Di sana, para kolektor saling menukar perangko, koin, dan kini stiker dari Panini, produsen stiker itu untuk melengkapi album yang berisi wajah para pemain dari 48 tim peserta Piala Dunia.
Setelah membawa Argentina menjuarai turnamen terakhir pada 2022, Messi kini menjadi sosok paling diburu.
“Kalau saya mendapatkannya, saya akan menyimpannya seumur hidup. Saya bahkan akan tidur bersamanya,” kata Franco Logiurato (14), dikutip dari Bloomberg, Sabtu (20/6).
Album edisi tahun ini memiliki tempat untuk 980 stiker. Produsen asal Italia tersebut juga merilis 20 stiker koleksi langka tambahan yang menampilkan pemain-pemain paling populer.
Setiap stiker tersedia dalam empat versi warna, yakni ungu, perunggu, perak, dan emas. Menurut Panini, rata-rata hanya ada satu stiker koleksi tambahan dalam setiap 100 bungkus stiker yang dijual.
Logiurato telah berhasil mengisi penuh albumnya, yang menurutnya menghabiskan seluruh gaji sang ayah dan kini berburu stiker emas Messi.
“Coba pikirkan saja. Ini Piala Dunia terakhir Messi. Warnanya emas. Maksud saya, ini adalah benda paling berharga yang ada,” ujarnya.
Demam berburu stiker itu turut memicu kelangkaan dan mendorong kenaikan harga. Panini merekomendasikan harga satu bungkus berisi tujuh stiker sekitar USD 1,40.
Namun menurut ketua serikat pemilik kios, Ernesto Acuña, kios-kios yang berhasil mendapatkan stok menjualnya hingga USD 2,10 per bungkus.
Pada Piala Dunia sebelumnya, pemerintah Argentina yang berhaluan kiri sempat turun tangan untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Namun di bawah pemerintahan Presiden libertarian Javier Milei, Acuña mengatakan serikat tidak lagi memperjuangkan isu itu.
“Ini seperti ekonomi kecil tersendiri,” kata Tomás Mingrone (25), yang menghabiskan akhir pekannya dengan membeli, menjual, dan menukar stiker duplikat.
Seorang remaja baru saja menghampirinya dan menawarkan stiker Messi reguler. Mingrone menawar USD 10,50, tetapi penjual itu memilih pergi.
“Ada anak-anak usia 12 atau 13 tahun di sini yang bisa menghasilkan USD 100 sehari. Luar biasa,” ujar Mingrone.
Anak-anak Messi sendiri juga ikut menikmati keseruan berburu stiker. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Messi mengungkapkan mereka sedang berusaha melengkapi album masing-masing.
Perburuan Stiker Messi Terus Berlanjut
Mingrone mengklaim dirinya bisa mengidentifikasi bungkus stiker yang berisi stiker koleksi tambahan. Bungkus-bungkus tersebut kemudian ia jual dalam keadaan tersegel dengan harga USD 17,49 per bungkus.
Logiurato sempat membeli dua bungkus, tetapi tetap belum menemukan stiker emas Messi.
Mingrone memperkirakan dirinya telah membuka sekitar 20.000 bungkus stiker dan hanya menemukan dua stiker emas dari megabintang Argentina tersebut.
Santiago Arce (22) termasuk segelintir orang yang beruntung mendapatkan stiker emas Messi. Ia kini menawarkan stiker tersebut dengan harga USD 140 atau sekitar Rp 2,49 juta-an (kurs Rp 17.804 per dolar AS).
Untuk mendapatkannya, Arce harus menukar empat stiker koleksi yang juga sangat diburu, yakni milik Cristiano Ronaldo dari Portugal, Kylian Mbappé dari Prancis, Mohamed Salah dari Mesir, dan Jude Bellingham dari Inggris. Selain itu, ia juga menyerahkan 10 stiker megapack dan 25 stiker pemain reguler.
“Setiap stiker koleksi punya ceritanya sendiri. Setiap stiker adalah sebuah pertempuran yang berhasil dimenangkan,” tutur Acre.
Tidak semua orang di taman itu memburu versi emas. Tahiel Cortez (11) baru saja mendapatkan stiker Messi reguler dari satu bungkus yang dibukanya dan langsung tersenyum lebar.
“Saya tidak percaya. Saya mendapatkan stiker Messi!,” ujarnya.
Cortez masih membutuhkan 120 stiker lagi untuk melengkapi albumnya. Namun untuk sesaat, hal itu tampaknya tidak terlalu penting baginya.
Mulai 15 Juli mendatang, Panini akan menjual stiker satuan bagi para kolektor yang ingin melengkapi album mereka. Namun perusahaan menegaskan stiker koleksi tambahan yang langka tidak akan dijual secara terpisah.
