Demi Indonesia Emas 2045, Airlangga Mau Beasiswa LPDP Fokus Pendidikan Digital

11 Mei 2024 17:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat ditemui di Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (11/5/2024). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat ditemui di Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (11/5/2024). Foto: Akbar Maulana/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Di usianya ke-100 tahun pada 2045, Indonesia bermimpi menjadi negara maju karena ada bonus demografi. Ada banyak hal yang perlu disiapkan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 itu, terutama meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor digital.
ADVERTISEMENT
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan SDM digital Indonesia akan disiapkan pemerintah agar bisa membuat industri chip demi bisa ikut masuk rantai bisnis semikonduktor global.
"Kalau semikonduktor itu soal chip desain, itu mikro elektronik. Oleh karena itu pendidikan mikro elektronik di kita harus kuat agar kita mengambil kembali (pasar) semikonduktor. Ke depan, SDM menuju Indonesia Emas penting kita lakukan," kata Airlangga saat ditemui di Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (11/5).
Airlangga memandang untuk bisa menumbuhkan SDM ini, diperlukan orang yang mengerti secara teknik. Dan itu ada di pendidikan vokasi saat ini. Karena itu, Airlangga mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan pada pendidikan di sektor digital dan mikro elektronik.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Gedung Danadyaksa Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
"Kalau SDM ke luar negeri kita punya LPDP. Kita minta LPDP itu diberikan pembelajaran khusus diprioritaskan termasuk terkait digital dan mikro elektronik karena itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi selanjutnya," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya program ini di beasiswa LPDP bisa mengubah stigma pendidikan itu mahal yang selama ini hanya bisa diakses orang kaya.
"Di situ pemerintah keluarkan super deduction tax yang 200 persen. Kemarin sudah dimudahkan karena kemarin ada kekhawatiran dari korporasi terkait audit dan lain-lain. Oleh Menkeu juga prosesnya dipermudah dan diharapkan mulai bisa dimanfaatkan," jawabnya.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang menurutnya Indonesia punya posisi strategis dengan startup-startup unicorn yang ada di Tanah Air.
"Peningkatan SDM dan pengembangan engine of growth yang baru, terutama engine of growth tambahan itu di sektor digitalisasi sangat penting karena Indonesia sudah punya Digital Economy Framework Agreement di ASEAN," ujarnya.
ADVERTISEMENT