Demi Putus Ketergantungan dari China, Trump Guyur USD 3 M Sektor Tambang AS

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan komitmen investasi senilai USD 3 miliar untuk memperkuat sektor pertambangan mineral kritis di dalam negeri.
Kebijakan ini disampaikan dalam pertemuan khusus dengan sejumlah petinggi industri pertambangan. Mengutip Bloomberg, langkah agresif tersebut menjadi bagian dari strategi besar AS untuk melepaskan diri dari ketergantungan rantai pasok mineral strategis yang selama ini dikuasai oleh China.
Dalam acara yang berlangsung di Departemen Luar Negeri AS, Trump menegaskan bahwa gelontoran dana tersebut tidak hanya bertujuan mengamankan pasokan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja serta memperkokoh kemandirian ekonomi nasional.
“Kita mengembalikan para penambang kita untuk bekerja, dan merebut kembali posisi Amerika yang seharusnya sebagai negara adidaya mineral dunia,” kata Trump dikutip Minggu (9/8).
Investasi Mineral Kritis
Sebagai bagian dari program ini, sejumlah alokasi dana jumbo digelontorkan kepada berbagai perusahaan strategis. Salah satu alokasi terbesar berupa pinjaman senilai USD 1,4 miliar kepada Sila Nanotechnologies Inc. melalui Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS. Dana tersebut akan digunakan untuk menggenjot kapasitas produksi anoda silikon dan sel baterai lithium-ion.
Pemerintah AS melalui Pentagon juga mengalokasikan USD 400 juta kepada Sunrise Energy Metals Ltd. guna memperluas produksi skandium di Australia—komoditas vital untuk kebutuhan industri kedirgantaraan dan sektor pertahanan.
Selain itu, pemerintah menyalurkan investasi senilai USD 150 juta kepada Niron Magnetics Inc., perusahaan asal Minnesota produsen magnet inovatif, serta menyiapkan dana USD 25 juta untuk pengembangan tambang grafit di Alabama.
Di sektor pembiayaan ekspor, Export-Import Bank (Ex-Im Bank) AS turut menyiapkan fasilitas kredit senilai lebih dari USD 1 miliar untuk membiayai proyek tambang tembaga Santa Cruz milik Ivanhoe Electric Inc. di Arizona. Pemerintah juga menyiapkan anggaran lebih dari USD 180 juta untuk memperkuat program pendidikan vokasi guna melatih tenaga kerja sektor pertambangan.
“Ini akan melatih generasi berikutnya dari para penambang Amerika,” tegas Trump.
Antisipasi Kunjungan Presiden Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh para pemimpin dari sejumlah perusahaan raksasa dunia, seperti Rio Tinto Group, BHP Group, MP Materials Corp., USA Rare Earth Inc., Energy Fuels Inc., US Antimony Corp., dan The Metals Company.
Langkah penguatan sektor mineral domestik ini digenjot di tengah upaya pemerintahan Trump memperketat posisi tawar ekonomi, menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington pada September mendatang.
Trump menyebut kapasitas produksi mineral domestik kini tengah dipercepat melalui pengoperasian kembali tambang-tambang lama, termasuk tambang rare earth (logam tanah jarang) pertama di AS dalam kurun waktu lebih dari 70 tahun terakhir. Selain itu, AS juga tengah membangun pabrik pemurnian (smelter) aluminium baru yang diklaim sebagai yang pertama sejak 1980.
Meskipun kesepakatan damai dagang sempat melonggarkan pembatasan ekspor mineral kritis dan magnet tertentu, isu rare earth tetap menjadi titik ketegangan utama antara Washington dan Beijing. Melalui rantai pasok domestik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penambangan hingga pengolahan magnet, AS bertekad memastikan kedaulatan sumber daya masa depannya.
