DEN Ingatkan Pertamina Dukung Subtitusi LPG: Kalau Tidak, Akan Impor Terus

16 November 2022 16:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pertamina siapkan pasokan LPG 3 Kg. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Pertamina siapkan pasokan LPG 3 Kg. Foto: Pertamina
ADVERTISEMENT
Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menyebut di antara jenis energi yang digunakan untuk kepentingan publik, seperti BBM, tenaga listrik, gas bumi, dan LPG, yang terakhir merupakan jenis energi paling riskan. Hal ini disebabkan jumlah impor yang terlampau tinggi untuk jenis energi tersebut.
ADVERTISEMENT
Djoko mengaku telah ingatkan PT Pertamina (Persero) untuk memikirkan alternatif dari LPG, seperti dimetil eter (DME) karena harga LPG impor harganya terus meroket imbas konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan krisis energi global.
“Saya beberapa kali sampaikan, ‘Hei Pertamina, kalau kalian tidak mendukung substitusi dari LPG impor. Maka saya bilang, berapa pun harga LPG impor, pasti kalian beli’, dan ini sudah kejadian. Harga LPG yang tadinya cuma USD 600 dolar sekarang 1.400 (dolar),” tutur Djoko kepada awak media di Sekretariat Jenderal DEN, Rabu (16/11).
Djoko menyebutkan hal ini juga yang menjadi faktor mengapa anggaran subsidi tahun 2022 mencapai Rp 502 triliun, yang pada awalnya hanya Rp 152 triliun. Ia memaparkan alokasi subsidi LPG tabung 3 kg mencapai Rp 134,8 triliun, hal ini dikatakan Djoko dapat membuat keuangan Pertamina runtuh ke depannya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Untuk menanggulangi kondisi ini, DEN telah mencoba mencari alternatif dari LPG, salah satunya lewat kompor listrik. Namun ia mendapati masih banyak tantangan dalam transisi dari LPG menuju kompor listrik.
“Misal kemarin kita uji coba kompor listrik, karena situasinya, menjelang tahun politik 2024, sehingga itu ditunda,” sebut Djoko.
ADVERTISEMENT
Djoko berharap Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 12 Tahun 2022 dapat mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tegas mempermudah pengadaan LPG serta menahan laju impor. Ia juga menyampaikan harapannya dengan Permen ini, akan membangun kesadaran masyarakat menengah ke atas tentang pasokan LPG yang riskan, sehingga mereka dapat melakukan konversi penggunaan LPG menjadi kompor listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020