Kumparan Logo

Deputi Gubernur BI Juda Agung Mundur, Thomas Djiwandono Masuk Calon Pengganti

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyampaikan paparannya dalam Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2023 di Jakarta, Senin (6/2/2023). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyampaikan paparannya dalam Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2023 di Jakarta, Senin (6/2/2023). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengundurkan diri. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Jadi begini, sebelum menyebut nama salah satu. Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur," ujar Pras di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1).

Dia melanjutkan, sesuai ketentuan yang berlaku, maka Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR RI untuk diproses lebih lanjut pengganti Juda. Nantinya, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test kepada calon pengganti tersebut.

Pras juga mengkonfirmasi ada nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono sebagai salah satu calon pengganti Juda.

"Bapak Presiden atau pemerintah mengirimkan Surpres ke DPR, karena memang proses pemilihannya ada di DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test gitu. Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono," jelasnya.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Foto: Kemenkeu RI

Pengunduran diri Juda Agung dan masuknya nama Thomas Djiwandono memantik diskusi di kalangan ekonom, khususnya terkait kecocokan latar belakang dan isu independensi bank sentral.

Ekonom INDEF Esther Sri Astuti menilai, secara kompetensi, Juda Agung relatif lebih sesuai jika berpindah ke Kementerian Keuangan.

“Kalo pak Juda Agung ke kementerian keuangan masih bisa karena beliau background pendidikan makroekonomi tapi konsentrasinya memang moneter,” ujar Esther. Ia juga menyinggung rekam jejak akademik Juda Agung yang pernah mengajar di pascasarjana ilmu ekonomi Universitas Indonesia.

Pelantikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung dan Aida S Budiman. Foto: Bank Indonesia

Juda Agung dilantik menjadi Deputi Gubernur BI pada Januari 2022 untuk masa jabatan 2022-2027. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Agung Muhammad Syaifuddin.

Dikutip dari laman bi.go.id, Juda Agung lahir di Pontianak pada tahun 1964. Setelah menempuh pendidikan di bidang Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987. Juda melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan mendapatkan gelar Master di bidang Commercial dan Social Science pada tahun 1995.

Juda mengawali karier di Bank Indonesia pada tahun 1991 sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Tak lama dari itu, lelaki asal Pontianak ini pada tahun 1992-1993 menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di University of Birmingham hingga meraih gelar S3 PhD di bidang Economics pada tahun 1999. Setelah 3 tahun, Juda kembali dari tugas belajarnya di University of Birmingham. Pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Setelah itu pada 2002-2003, dia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Selanjutnya, dia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada 2003-2006. Di tahun berikutnya, pada 2007-2008 Juda menjadi Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF, Washington DC.

Sepulangnya dari Washington, lelaki berusia 57 tahun ini kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter sejak tahun 2019.

Tak hanya itu, Juda juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014-2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), dan Pegawai Penugasan Setingkat Direktur Eksekutif Departemen Sumber Daya Manusia (2017-2019).