Deretan Startup yang PHK Pekerja, Bangkrut, hingga Tutup Tahun Ini

16 Oktober 2022 14:12 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
14
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kantor pusat baru Shopee di Singapura. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kantor pusat baru Shopee di Singapura. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan
ADVERTISEMENT
Sederet startup dalam negeri mengalami masa sulit dalam operasionalnya. Misalnya Shopee hingga LinkAja ikut terseret badai PHK karyawan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, e-commerce furnitur PT Kayu Raya Indonesia atau Fabelio baru-baru ini dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Berikut deretan startup yang mengalami PHK hingga bangkrut sejak awal 2022:

Fabelio

Perusahaan e-commerce di bidang furniture PT Kayu Raya Indonesia atau Fabelio telah dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
com-Bagi Fabelio, situasi sulit menjadi pacuan untuk tetap berinovasi secara kreatif dan empatik. Foto: Fabelio
Dikutip dari laman resmi SIPP PN Jakpus, Sabtu (15/10) Fabelio telah menyandang status pailit sejak putusan yang diketuk pada 5 Oktober 2022. “Status putusan, dikabulkan,” tulis PN Jakpus.

Shopee Indonesia

PT Shopee Indonesia melakukan PHK pada pertengahan bulan September. Kabar tersebut disampaikan oleh. Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menjelaskan kondisi 2023 yang penuh ketidakpastian membuat pihaknya harus melakukan efisiensi.
ADVERTISEMENT
"Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit,” kata Radynal melalui pesan tertulis, Senin (19/9).

LinkAja

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dikabarkan melakukan PHK terhadap sekitar 200 karyawannya. Perusahaan mengaku sedang melakukan reorganisasi SDM perusahaan. Namun mereka membantah bahwa jumlah karyawan yang di-PHK sebanyak yang dirumorkan.
Ilustrasi LinkAja. Foto: Shutterstock
"Informasi ini (200 karyawan di PHK) kurang tepat. Jumlah reorganisasi SDM kami jauh dari angka yang disebutkan tersebut," kata Head of Corporate Secretary Group LinkAja, Reka Sadewo kepada kumparan, Rabu (25/5).

Zenius

Startup edukasi (education technology/edutech) Zenius melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 200 karyawan lebih. Kabar tersebut dibenarkan oleh pihak perusahaan dalam keterangan resminya.
Ilustrasi Zenius. Foto: Shutterstock
Kepada kumparan, Zenius menyebut, langkah PHK ratusan karyawan ditempuh karena perusahaan terdampak kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Zenius memastikan seluruh karyawan mendapat hak pesangon setelah PHK dilakukan.
ADVERTISEMENT
"Karyawan yang menjadi bagian dari kebijakan ini akan mendapatkan pesangon sesuai dengan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia," sebut keterangan resmi Zenius, Selasa (24/5).

TaniHub

TaniHub Group baru-baru ini memutuskan untuk menutup dua warehouse atau gudang mereka. Penutupan dilakukan perusahaan agriculture technology berbarengan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.
Kabar tersebut dibenarkan Senior Corporate Communication Manager TaniHub Group, Bhisma Adinaya.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meresmikan National Fulfillment Center (NFC) milik TaniHub. Foto: Dok. Kementan
"Betul bahwa saat ini TaniHub menghentikan operasional warehouse Bandung dan warehouse Bali," jelas Bhisma dalam keterangan tertulis kepada kumparan, Senin (28/2).

Tokocrypto

Perusahaan penjual aset digital Tokocrypto memberhentikan 45 karyawannya atau sekitar 20 persen dari 227 orang jumlah pekerja. VP Corporate Communications Tokocrypto Rieka Handayani mengatakan pemberhentian puluhan karyawan ini lantaran perusahaan bakal melakukan perubahan strategi bisnis sejalan dengan pasar kripto dan ekonomi di dunia.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, perusahaan dikatakan akan membantu pegawai yang terkena PHK mencari tempat kerja baru. Salah satunya dengan memberikan rekomendasi kepada beberapa perusahaan mitra kerja selama ini.

JD.ID

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID mengambil langkah PHK sebagai salah satu improvisasi agar perusahaan dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia.
Aktivitas pekerja di gudang logistik JD.ID di Marunda, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Sehubungan dengan pengambilan keputusan ini, maka JD.id akan patuh dan tunduk terhadap regulasi ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan pemerintah, dan akan memperlakukan dan memberikan hak karyawan, sebagaimana diatur dalam regulasi tersebut,," ujar Director of General Management JD.ID Jenie Simon dalam pernyataan, Jumat (27/5).

Pahamify

Pahamify, salah satu startup edutech Indonesia, mengumumkan 'pamit 2022' melalui akun media sosialnya. Kabar tersebut diungkap setelah mereka PHK massal karyawan pada awal Juni 2022.
ADVERTISEMENT
Pahamify menjelaskan kepada pengguna yang sedang berlangganan bahwa aplikasi akan tetap berjalan sampai waktu yang tidak ditentukan. Pengguna akan dikabarkan informasi lebih lanjut.
Peluncuran aplikasi belajar online Pahamify di Jakarta, Jumat (19/7). Foto: Astrid Rahadiani/kumparan
"Mipi (sebutan Pahamify untuk penggunanya) pamit. Terima kasih banyak, Pahamifren! (sebutan pengguna mereka). Terima kasih karena sudah mempercayakan Mipi sebagai teman belajar kalian, sebagai teman seperjuangan UTBK, dan sebagai teman dalam meraih mimpi-mimpi kalian," tulis postingan Pahamify di Twitter, Selasa (28/6).