Dermaga Batu Bara PLTU Jawa 7 di Banten Resmi Beroperasi

5 Juli 2019 12:37 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana di Dermaga Batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, Jumat (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Dermaga Batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, Jumat (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
ADVERTISEMENT
Dermaga batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Serang, Banten, resmi beroperasi hari ini, Jumat (5/7). Dermaga ini dibangun oleh PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB) dengan dana sekitar Rp 3 triliun yang dibangun sejak 30 Maret 2017.
ADVERTISEMENT
PT SGPJB merupakan konsorsium PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) yang merupakan anak usaha PT PLN (Persero) dan kontraktor China Shenhua Energy Company Limited asal China. Pembangunan dermaga ini juga dibantu oleh beberapa perusahaan lain seperti PT China Harbour Indonesia.
Presiden Direktur PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan, dengan beroperasinya dermaga ini, pasokan batu bara yang digunakan untuk PLTU Jawa 7 sudah bisa masuk. Terlihat, kapal tongkang pertama sudah bersandar di ujung dermaga.
Peresmian Dermaga Batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, Jumat (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
"Ini adalah suatu milestone penting dari projek PLTU Jawa 7, hasil kerja sama PJB dan Shenhua dari China dengan porsi saham 70 persen mereka dan 30 persen PJB," kata Iwan di lokasi, Jumat (5/7).
Iwan mengatakan, dengan dimulainya pengiriman batu bara dari dermaga ini, tumpukan bahan baku untuk PLTU 7 Jawa akan tersedia di sini. Adapun konstruksi utama dari dermaga ini terdiri dari pelabuhan batu bara dengan dua dermaga untuk dua tongkang berkapasitas 14.000 DWT dan dermaga untuk dua tugboat 4.000 HP.
ADVERTISEMENT
Sementara panjang jembatan trestle panjangnya mencapai 1.413 meter dan jembatan costway 2.268 meter. Terdapat juga terminal kargo berkapasitas 1.000 DWT dan tanggul sepanjang 1.118 meter.
Suasana di Dermaga Batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, Jumat (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Iwan mengatakan, dermaga ini beroperasi selama 24 jam membawa batu bara dari kapal tongkang yang diangkut lalu diletakkan di conveyer. Conveyer lantas bergerak menuju PLTU.
Iwan mengatakan, keunggulan dermaga ini adalah conveyer yang digunakan modelnya tertutup seperti pipa. Jadi, tidak ada batu bara yang terbuang saat conveyer bergerak.
"Dan ini yang pertama di Indonesia dengan model seperti ini. Harapannya semoga bisa menjadi contoh bagi PLTU lainnya. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan PLN pusat dan seluruh stakeholder yang ikut proyek ini," kata dia.
Suasana di Dermaga Batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, Jumat (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Adapun batu bara di sini dipasok oleh anak usaha PLN, PLN Batubara, sebanyak 7 juta ton per tahun. Itu artinya, setiap hari, dermaga mampu menampung 20 ribu ton.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto W.S. mengucapkan selamat atas beroperasinya dermaga batu bara ini. Sebab, proyek kelistrikan PLTU Jawa 7 bisa segera direalisasikan.
Peresmian Dermaga Batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, Jumat (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Nantinya, batu bara ini akan masuk ke dua unit PLTU Jawa 7. Unit pertama berkapasitas 1000 Mega Watt (MW) dan unit kedua berkapasitas sama. Total kapasitas listrik yang dihasilkan mencapai 2000 MW yang akan mengalir ke Jawa dan Bali.
Adapun PLTU Jawa 7 bakal beroperasi pada Oktober 2019, lebih cepat dibandingkan target awal kontrak pada April 2020 untuk unit 1.
"Ini adalah tonggak startegi yang akan memasok listrik. Atas permintaan PLN dan koordinasi semua pihak, dimajukan (operasional) Insyaallah awal Oktober beropasi 1 unit 1000 MW," kata dia.
ADVERTISEMENT