Di Depan Delegasi WWF, Luhut Bantah RI Tak Peduli Lingkungan

19 Mei 2024 6:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka Balinese Water Purification Ceremony di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Sabtu (18/5/2024). Foto: dok. Kemenko Marves
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka Balinese Water Purification Ceremony di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Sabtu (18/5/2024). Foto: dok. Kemenko Marves
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membantah Indonesia tidak peduli lingkungan saat di depan delegasi World Water Forum (WWF) ke-10.
ADVERTISEMENT
Luhut mengatakan filosofi air saat pelaksanaan upacara Segara Kerthi sebagai bentuk wujud rasa syukur umat manusia dalam menjaga harmonisasi alam.
“Kalian akan melihat bagaimana kami peduli terhadap lingkungan. Bagaimana kami peduli dengan perubahan lingkungan, kalian lihat bagaimana kami menghormati alam, juga menghormati hewan. Jadi kami tunjukkan kepada kalian, bukan hanya bicara,” ujar Luhut dalam Balinese Water Purification Ceremony di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (18/5).
Air bagi masyarakat Bali bukan hanya sekadar sumber daya, namun juga bagian komponen spiritualitas dan kebudayaan. Air memainkan peranan penting dalam upacara keagamaan yang kerap diambil dari sumber tertentu untuk digunakan pada kegiatan beribadah.
Filosofi ini sejalan dengan dengan semangat dari tema Water for Shared Prosperity yang diusung World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali, pada 18-25 Mei 2024.
ADVERTISEMENT
"Bagi masyarakat Bali, air memang lebih dari sekadar sumber daya, sebagai bagian dari spiritualitas dan kebudayaan," kata Luhut.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon saat melepas liarkan burung Merpati di pembukaan Balinese Water Purification Ceremony di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Sabtu (18/5/2024). Foto: dok. Kemenko Marves
Segara Kerthi merupakan bagian dari ajaran Sad Kerthi yang memuat enam perilaku mulia untuk menjaga alam semesta. Ritual ini menunjukkan kearifan asli masyarakat Bali, baik secara fisik maupun spiritual.
“Laut selain sebagai sumber air juga merupakan habitat terbesar bagi makhluk hidup, begitulah upacara dijadwalkan bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Uye, yaitu hari yang tepat untuk menghormati hewan,” jelas Luhut.
Indonesia Jadi Tuan Rumah World Water Forum Terbaik
Pada kesempatan itu, Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon mengakui jika Indonesia mempersiapkan gelaran World Water Forum Ke-10 dengan sangat baik. Bali selaku tuan rumah forum air terbesar di dunia itu dinilainya paling profesional dan efisien dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
“Sejak awal 30 tahun lalu, ini yang paling profesional, yang paling efisien yang pernah saya lihat,” kata Loic.
Untuk itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Bali dan Indonesia, serta kepada seluruh tim yang telah menyiapkan forum yang diadakan tiga tahun sekali itu. “Saya yakin kegiatan sore ini upacara yang luar biasa,” imbuhnya.
World Water Forum Ke-10 di Bali dikatakannya menjadi yang paling sukses dan menjadi kejayaan diplomasi bagi Indonesia. “Forum ini akan menjadi diplomatic victory untuk Indonesia,” katanya.