Kumparan Logo

Di Forum G20, Gubernur BI Beberkan Kebijakan Moneter Tahun Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam High Level Seminar "Recover Together Recover Stronger", rangkaian kick off Presidensi G20 di Indonesia. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam High Level Seminar "Recover Together Recover Stronger", rangkaian kick off Presidensi G20 di Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

Bank Indonesia (BI) sudah menyiapkan kebijakan moneter untuk pemulihan di tahun ini. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kebijakan moneter tersebut bakal memperhatikan likuiditas global hingga kebangkitan di perekonomian dalam negeri.

“Normalisasi kebijakan moneter BI pada 2022 ada normalisasi kebijakan likuiditas global, konsolidasi fiskal global, Kenaikan FFR (financing to funding ratio) pada 2022 dan 2023, dan mendukung pemulihan ekonomi domestik,” kata Perry dalam Finance Track Main & Side Event February Series G20 di Jakarta, Rabu (16/2).

Perry memastikan bauran kebijakan moneter juga mempertimbangkan arahan dari pemerintah atau pihak terkait. Ia menjelaskan ada tiga langkah yang dilakukan. Pertama, ketahanan eksternal melalui fleksibilitas imbal hasil dan sinergi stabilisasi rupiah.

Kedua, ada perhatian lagi untuk stabilisasi nilai tukar, likuiditas, dan suku bunga pada tahun ini. Perry menjelaskan stabilisasi nilai tukar tentu juga harus mengantisipasi normalisasi kebijakan moneter global.

Seorang Petugas Teller PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang menghitung uang kertas di Kantor Cabang Harmoni, Jakarta, Senin (18/5). Foto: Dok. BTN

“Untuk likuiditas itu penyerapan likuiditas secara bertahap melalui normalisasi operasi moneter dengan mempertimbangkan kredit perbankan dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Untuk suku bunga rendah sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry.

Perry mengatakan strategi pengelolaan moneter harus terintegrasi. Selain itu, ada optimalisasi pengelolaan cadangan devisa, rupiah, dan pendalaman pasar valas. Ia mengatakan yang dilakukan ketiga adalah koordinasi dengan pemerintah untuk menjalankan kebijakan moneter yang disiapkan.

“Ketiga, koordinasi dengan pemerintah untuk pengendalian inflasi, pembiayaan fiskal, sektor prioritas atau dalam hal ini manufaktur dan pariwisata,” tutur Perry.