Kumparan Logo

Di Tengah Pandemi, 121.000 Ton Buah Pir Asal China Masuk RI

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buah pir baik dikonsumsi untuk puasa Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Buah pir baik dikonsumsi untuk puasa Foto: Thinkstock

Masyarakat Indonesia rupanya doyan mengkonsumsi buah pear asal China. Sepanjang semester I 2020, China berhasil mengekspor 121.000 ton buah yang berwarna kuning dan mengandung banyak air ini.

Jumlah ekspor tersebut naik 183 persen dibanding periode sama pada tahun sebelumnya, sekaligus menjadikan Indonesia pangsa pasar terbesar bagi Tiongkok.

Mengutip producereport.com, beberapa negara lain yang menjadi pasar ekspor buah pear China antara lain; Vietnam sebesar 41,000 ton, atau naik 102 persen, Thailand sebesar 25,000 ton, atau atau naik 91 persen, Malaysia 19,000 ton, atau naik 107 persen, Hong Kong sebesar 15,000 ton atau naik 55 persen.

“Lalu Filipina sebanyak 12.000 ton atau naik 259 persen dan Myanmar sebanyak 7.000 ton, atau naik 153 persen. Masing-masing tujuh negara ini berkontribusi sebesar 89 persen total volume ekspor buah China sepanjang semester I 2020,” tulis laporan tersebut seperti yang dikutip kumparan, Senin (7/4).

buah pir Foto: Shutterstock

Sementara itu, untuk buah apel, China berhasil mengekspor 400.000 ton apel segar sepanjang semester I 2020. Jumlah tersebut meningkat 21 persen.

Tujuan ekspor utama untuk komoditi apel adalah Filipina sebesar 75.000 ton, atau naik 117 persen, Bangladesh sebesar 63.000 ton, atau naik 58 persen, Thailand 47.000 ton, naik 85 persen, Vietnam 46.000 ton, naik 61 persen. Khusus untuk ekspor ke Indonesia turun 19 persen menjadi 36.000 ton dibanding periode sama pada tahun sebelumnya. Adapun kelima negara ini bersama-sama menyumbang 67 persen dari total volume ekspor.

Ketua Umum Eksportir Sayur dan Buah Indonesia, Hasan Johny mengatakan permintaan pasar ekspor mengalami penurunan di tengah pandemi.

“Pandemi agak menurun impor tidak begitu jor-joran kek dulu, daya beli menurun mereka harus makan dan mereka masih memilih aman-aman tadinya kan (buah) manggis kita bagus banget tapi karena pandemi turun ke China,” tuturnya.