Kumparan Logo

Diakuisisi SMGR, Holcim Ganti Nama Jadi PT Solusi Bangun Indonesia

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Holcim Indonesia Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melakukan pergantian nama perusahaan menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Senin (11/2). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
PT Holcim Indonesia Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melakukan pergantian nama perusahaan menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Senin (11/2). Foto: Dok. Istimewa

PT Holcim Indonesia Tbk resmi berubah nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Senin (11/2).

Perubahan nama tersebut sejalan dengan akusisi Holcim oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) beberapa waktu lalu.

Selain pergantian nama perusahaan menjadi Solusi Bangun Indonesia, dua anak perusahaan yaitu PT Holcim Beton dan PT Lafarge Cement Indonesia juga berganti nama menjadi PT Solusi Bangunan Beton dan PT Solusi Bangunan Andalas.

Para pemegang saham juga menyetujui perubahan komisaris dan direksi perseroan.

Komisaris:

Fadjar Judisiawan sebagai Presiden Komisaris

Adu Munandir sebagai Komisaris

Noriega M Fransisco sebagai Komisaris Independen

Direksi

Aulia Mulki Oemar sebagai Presiden Direktur

Agung Wiharto sebagai Direktur

Lilik Unggu Raharjo sebagai Direktur Independen

Sebelumnya, Semen Indonesia resmi menjadi pemilik saham mayoritas atau sebesar 80,6 persen di Holcim Indonesia setelah menyelesaikan transaksi pembelian saham dari pemilik sebelumnya, Holderfin B.V., entitas anak LafargeHolcim Ltd pada 31 Januari 2019.

Semen Indonesia telah meneken perjanjian pengikatan jual beli bersyarat atau Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengambil alih 6.179.612.820 lembar saham atau 80,6 persen kepemilikan LafargeHolcim, melalui anak usaha Holderfin B.V., di Holcim Indonesia pada 2018. Nilai pembelian yang disepakati senilai USD 917 juta.