Dicecar BEI Harga Saham Bak Roller Coaster, Ini Kata Garuda Indonesia (GIAA)
·waktu baca 2 menit

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menanggapi permintaan klarifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan harga saham perseroan dalam beberapa hari terakhir. Manajemen menegaskan hingga saat ini tidak ada informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik.
Berdasarkan data RTI, harga saham GIAA melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir. Pada 10 September, harganya Rp 66 per lembar, lalu naik menjadi Rp 71 pada 16 September, dan puncaknya terjadi pada 24 September ke posisi 99. Meski begitu, saham GIAA hari ini merosot ke Rp 82 pada pukul 14:47 WIB.
Jika ditarik dalam sebulan, harga saham GIAA naik 22,39 persen. Namun dalam 1 pekan terakhir anjlok 8,89 persen dan hari ini turun 5,75 persen.
Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani mengatakan perseroan senantiasa memperhatikan ketentuan keterbukaan informasi sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun regulasi pasar modal.
“Sampai dengan saat ini, belum terdapat adanya informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal,” demikian pernyataan manajemen dikutip Selasa (30/9).
Garuda Indonesia juga menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu terkait transaksi saham di atas 5 persen. Manajemen memahami perubahan harga saham yang terjadi belakangan ini merupakan bagian dari aktivitas perdagangan normal di pasar modal.
Selain itu, perseroan memastikan tidak terdapat informasi material yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha, maupun rencana aksi korporasi yang perlu disampaikan dalam waktu dekat. Jika terdapat aksi korporasi di kemudian hari, perusahaan berjanji akan mengumumkan sesuai ketentuan yang berlaku.
