Dilepas Mendag, Ekspor Produk L-Tryptophan PT CJI Tembus 350 Ribu Ton

PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) berhasil mencatat sejarah pengiriman ekspor produk L-Tryptophan secara kumulatif mencapai 350.000 ton. Capaian ini ditandai melalui seremoni pelepasan ekspor 128 ton L-Tryptophan ke China di fasilitas produksi CJI, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (3/6).
Ekspor kali ini berjumlah 128 ton yang akan dikirimkan ke China dengan nilai sekitar USD 900 ribu atau setara Rp 15 miliar.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso pun hadir untuk meresmikan pelepasan produk L-Tryptophan sekaligus menandai ekspor ke-350 ribu ton PT CJI.
“Selamat atas pencapaian luar biasa CJI dalam mengekspor 350 ribu ton L-Tryptophan. Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung ekspansi dan penguatan perusahaan eksportir berbasis teknologi seperti CJI,” ujar Budi.
Sejak diluncurkan pada 2010, CJI telah mengekspor produk L-Tryptophan ke berbagai negara sebanyak 350 ribu ton dengan nilai devisa mencapai USD 2,5 miliar atau setara Rp 40 triliun.
L-Tryptophan merupakan salah satu dari delapan asam amino esensial (L-Tryptophan, L-Lysine, L-Methionine, L-Arginine, L-Valine, L-Threonine, L-Histidine, L-Isoleucine) yang dicampurkan ke dalam pakan ternak berbasis kedelai atau jagung.
Produk ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh hewan ternak, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pengurangan emisi karbon melalui penurunan limbah produksi.
Sementara, CJ BIO merupakan satu-satunya perusahaan di dunia yang mengembangkan portofolio lengkap delapan jenis asam amino pakan ternak menggunakan teknologi fermentasi mikroba ramah lingkungan.
Dengan jaringan produksi di lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, China, Amerika Serikat dan Brasil, perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar Rp 50 triliun pada 2024, dengan 95 persen berasal dari ekspor.
Plt. Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang juga hadir dalam pelepasan, memastikan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan ekspor produk nasional.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung perusahaan seperti CJI yang memberikan kontribusi nyata bagi ekspor nasional. Namun, dukungan ini harus diiringi dengan jaminan kelancaran pasokan bahan baku agar produksi tetap stabil. Kami berharap Kementerian Perdagangan dapat memberikan perhatian lebih, agar ekspor terus berkembang,” kata Emil.
Wakil Presiden Direktur CJI, Jae-Woo Oh, menambahkan, CJI telah beroperasi di Indonesia sejak 1988 dan memulai produksi L-Tryptophan secara aktif pada 2010. Saat ini, 99 persen dari total produksinya ditujukan untuk pasar ekspor.
Selain L-Tryptophan, CJI juga mendominasi pangsa pasar global untuk produk L-Arginine, L-Isoleucine, L-Histidine dan L-Valine.
“CJI telah membangun daya saing melalui diversifikasi produk dan teknologi fermentasi unggul untuk bersaing dengan produk sejenis dari Tiongkok. Kami berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi utama dan memperkuat posisi sebagai perusahaan BIO global,” ujarnya.
