Diresmikan Jokowi, Pabrik Gula Baru Ini Buka di Tengah Pandemi

22 Oktober 2020 14:33 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik Gula di Bombana, Sulawesi Tenggara. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik Gula di Bombana, Sulawesi Tenggara. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Sejumlah agenda diikuti Presiden Jokowi dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10). Salah satunya meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula yang berada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyebut bahwa investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi di masa pandemi merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.
Pabrik yang baru saja diresmikan itu memiliki kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia dan dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.
"Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi," kata Jokowi berdasarkan rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (22/10).
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik Gula di Bombana, Sulawesi Tenggara. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
Selain keberanian tersebut, satu hal yang perlu digarisbawahi ialah bahwa investasi tersebut juga mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15.000 tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
"Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi," tuturnya.
"Di kala situasi ekonomi seperti ini semua pengusaha pasti wait and see, berpikir untuk berinvestasi dan membuka usaha baru. Keputusan ini patut kita hargai," katanya.
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik Gula di Bombana, Sulawesi Tenggara. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun.
Dari jumlah itu, baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri. Sedangkan sisanya, masih harus mengandalkan impor. Untuk itu, dengan hadirnya pabrik gula yang baru ini bisa menekan angka impor Indonesia terhadap kebutuhan gula.
"Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita," jelasnya.
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik Gula di Bombana, Sulawesi Tenggara. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
Diketahui, pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Presiden ini dimulai pada awal 2017 silam dan mulai berproduksi pada Agustus tahun 2020 ini.
ADVERTISEMENT
Kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.