Dirut BRI Enggan Komentari Perombakan Direksi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikabarkan bakal melakukan perombakan besar pada beberapa perusahaan negara pada akhir bulan ini. Empat bank BUMN pun terjadwal akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akhir bulan ini.
Salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Terkait isu perombakan tersebut, Direktur Utama BRI Suprajarto enggan berkomentar.
"Waduh kalau itu saya tidak komentar ya, saya enggak ngerti, tanya ke Pak Gatot (Kementerian BUMN)," kata Suprajarto di kantor BRI, Jakarta, Rabu (14/8).
Sebelumnya, Kementerian BUMN telah meminta 5 perusahaan pelat merah untuk segera menggelar RUPSLB. Adapun salah satu agenda dalam rapat itu adalah pergantian pengurus perseroan.
Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, saat ini 5 BUMN yang diminta menyelenggarakan RUPSLB yaitu BUMN yang sudah go public seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).
Gatot mengatakan, ada beberapa tujuan perusahaan BUMN menggelar RUPSLB. Pertama, digelarnya RUPSLB adalah untuk melihat kinerja laporan keuangan selama semester I 2019 perusahaan BUMN. Kedua, perubahan susunan pengurus perseroan.
"Manajemen bisa mengusulkan agenda tambahan untuk aksi korporasi yang perlu persetujuan pemegang saham seperti akuisisi dan penerbitan bond," kata Gatot dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
Menurut Gatot, proses-proses ini merupakan evaluasi kinerja BUMN yang setiap tahun dilakukan. Proses RUPSLB tersebut harus dilakukan sesuai aturan main pasar modal seperti tahun-tahun sebelumnya.
